Jakarta (Waspada Aceh) – Jumlah korban jiwa akibat serangkaian gempa bumi dahsyat yang terjadi pada Rabu malam, melanda wilayah Venezuela terus meningkat.
Hingga Kamis siang, 25 Juni 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat telah mencapai 164 orang, sementara setidaknya 971 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Data ini disampaikan secara resmi oleh pemerintah Venezuela melalui siaran langsung di stasiun televisi milik negara, Venezolana de Televisión.
Dua peristiwa gempa utama mengguncang wilayah tersebut pada Rabu malam, 24 Juni 2026, dengan kekuatan yang cukup besar. Gempa pertama tercatat berkekuatan magnitudo 7,2, disusul tidak lama kemudian oleh gempa kedua yang lebih kuat, yaitu magnitudo 7,5.
Guncangan yang terjadi cukup terasa hingga ke wilayah-wilayah sekitar, menimbulkan kepanikan luas di tengah masyarakat. Sejak peristiwa utama itu, aktivitas seismik belum sepenuhnya mereda; tercatat telah terjadi sebanyak 30 kali gempa susulan yang terus menggetarkan daerah yang terdampak, sehingga menambah risiko kerusakan lebih lanjut dan menghambat proses evakuasi warga.
Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam keterangannya menegaskan bahwa pemerintah segera mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menangani dampak bencana. Sebagai langkah awal pemulihan, pemerintah mengumumkan telah menerima bantuan dana sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar Rp3,26 triliun yang disalurkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
Dana tersebut secara khusus dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur umum yang rusak, membangun kembali tempat tinggal warga yang hancur, serta memulihkan fasilitas pelayanan dasar yang terganggu akibat guncangan gempa.
Tidak hanya dukungan dari lembaga keuangan internasional, bantuan kemanusiaan juga mulai mengalir dari berbagai pihak. Organisasi Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah segera memobilisasi tim relawan, tenaga medis, serta pasokan logistik darurat seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan peralatan pertolongan pertama.
Tim tersebut telah dikerahkan ke wilayah terdampak untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban, serta memberikan layanan kesehatan dan kebutuhan hidup bagi warga yang mengungsi.
Hingga saat ini, petugas pencarian dan penyelamatan masih terus bekerja di tengah kondisi medan yang sulit dan risiko gempa susulan.
Pemerintah serta lembaga bantuan internasional terus memantau perkembangan situasi, sekaligus memperkirakan bahwa jumlah korban maupun data kerusakan bangunan dan fasilitas dapat terus bertambah seiring dengan semakin luasnya akses ke wilayah-wilayah yang terisolir.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas keselamatan selama masa pemulihan pasca-bencana berlangsung. (*)



