Rabu, Juli 17, 2024
Google search engine
BerandaGantikan Posisinya sebagai PM Malaysia, Mahathir Tuduh Muhyiddin Penghianat

Gantikan Posisinya sebagai PM Malaysia, Mahathir Tuduh Muhyiddin Penghianat

Jakarta — Politisi senior Malaysia yang juga mantan Perdana Menteri, Mahathir Mohamad, menuduh Muhyiddin Yassin sebagai pengkhianat.

Muhyiddin, pada Minggu hari ini (1/3/2020), dilantik oleh Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin al-Bustafa Billah Shah, menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia ke-8. Muhyiddin menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri dari jabatan PM, menyusul krisis politik yang menerpa negeri jiran tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Sebagaimana dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Mahathir mengaku tidak sepakat dengan sosok Perdana Menteri Malaysia yang baru dilantik tersebut, yakni Muhyiddin Yassin. Mahathir bahkan menganggap Muhyiddin sebagai pengkhianat partai dan pengkhianat negara yang sebenarnya.

“Azmin Ali mempunyai agenda tersendiri, tetapi pengkhianat sebenarnya adalah Muhyiddin yang memang bercita-cita untuk menjadi Perdana Menteri,” ucap Mahathir dalam jumpa pers sebelum pelantikan Muhyiddin di Istana Negara pada Minggu pagi (1/3/2020), sebagaimana dikutip dari kantor berita Bernama.

Mahathir menganggap Muhyiddin tidak memiliki mayoritas suara dari Dewan Rakyat (parlemen Malaysia) sehingga tidak pantas diangkat sebagai PM.

Opini Terkait: Anwar Ibrahim, Tamat kah Sudah?

Politikus senior berusia 93 tahun itu mendorong anggota parlemen untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) tersebut.

Mahathir juga mengatakan bahwa dia dan lima anggota parlemen dari Partai Bersatu tidak mendukung pelantikan.

“Muhyiddin bukan Perdana Menteri yang tepat,” kata Mahathir.

Muhyiddin, yang disebut-sebut berdarah Bugis dan Jawa itu belum menanggapi soal tudingan Mahathir tersebut.

Mahathir Mohamad mundur dari jabatannya sebagai PM ke-7 Malaysia pada Senin (24/2/2020), menyusul krisis politik yang terjadi dalam tubuh Pakatan Harapan (PH) yang berupaya membentuk koalisi baru dengan menggandeng UMNO, partai oposisi yang sempat berkuasa di era PM Najib Razak.

Pembentukan koalisi baru itu disebut digagas oleh mantan wakil Partai Keadilan Rakyat (PKR), Mohamad Azmin Ali, yang terdiri dari Partai Bersatu, UMNO, dan Partai Islam SeMalaysia (PAS).

PKR yang dipimpin Anwar Ibrahim itu lantas memecat Azmin dan sejumlah politikus koalisi lainnya yang dianggap telah berkhianat.

Pelantikan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru telah “menutup pintu” bagi Anwar Ibrahim, yang semula dalam kesepakatan politik, disebut-sebut akan menggantikan Mahathir sebagai Perdana Menteri Malaysia, setelah Mahathir menyerahkan kekuasaannya kepada Anwar.

Tapi nyatanya, Mahathir mengundurkan diri sebelum waktunya, dan kewenangan mengangkat Perdana Menteri menjadi hak Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong, yang menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri baru. (**)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER