Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaAcehFlower Aceh Luncurkan Women Inovatif Project Perempuan Menulis

Flower Aceh Luncurkan Women Inovatif Project Perempuan Menulis

Banda Aceh(Waspada Aceh) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flower Aceh didukung Nonviolence Peaceforce dan Kingdom of Netherland meluncurkan Women Innovative Project “Perempuan Menulis: Berdaya dan Inspiratif”.

Kegiatan itu sekaligus pelatihan Pencegahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak pada Situasi Damai di Aceh, berlangsung sejak 19 – 21 Januari 2023 di Hotel Ayani Banda Aceh.

“Gerakan perempuan akar rumput melalui organisasi non pemerintah merupakan upaya bagi kaum perempuan untuk menciptakan ruang kepemimpinan sosial yang lebih memberi keadilan dan kesetaraan dan bukan untuk mencapai dominasi apalagi menjadi lawan bagi laki-laki,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Aceh Meutia Juliana.

Meutia menjelaskan kegiatan ini bagian dari kepemimpinan perempuan dalam konteks sosial yang lebih luas. Tentunya, tidak dapat mengabaikan faktor sosial budaya, adat istiadat dan berbagai kearifan lokal lainnya.

“Untuk itu saya sangat menghargai sekaligus apresiasi atas semua kiprah dan perjuangan kawan-kawan di tengah peradaban kehidupan yang penuh tantangan sebagai sebuah gerakan Kepemimpinan Perempuan untuk perubahan sosial,” ujarnya.

Meutia meyakini sepenuhnya bahwa peningkatan kapasitas tokoh perempuan akar rumput akan memperkuat keterampilan kepemimpinan perempuan akar rumput. Sehingga dalam melakukan advokasi isu-isu perempuan dan memfasilitasi rencana advokasi pemimpin perempuan akan memiliki bargaining yang berimbang dan setara.

“Selaku Plt kepala Dinas saat ini saya juga akan mendorong upaya untuk mempromosikan kepemimpinan perempuan akar rumput agar dapat memberikan manfaat lebih dari sekedar membangun personal perempuan,” tegasnya.

Selain itu, kata Meutia, perempuan akar rumput yang memiliki akses pada pengetahuan, modal sosial dan modal usaha menunjukkan bahwa perempuan akan lebih mampu untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan agar dapat mengangkat kepentingan perempuan dalam kehidupan masyarakat.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati mengatakan perdamaian di Aceh harus terus dijaga dan partisipasi perempuan dalam pembangunan menjadi keharusan.

“Peran perempuan sejauh ini berkontribusi besar dalam pembangunan dan penguatan perdamaian di Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang aman dan strategis untuk mendiskusikan secara obyektif dan mendalam tentang pencegahan, perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dari kekerasan di Aceh,” ujar Riswati.

Kontribusi perempuan akar rumput dalam pembangunan perdamaian di tingkat desa, lanjutnya, menjadi sarana bagi kita mengenal project women inovatif perempuan menulis berdaya dan inspiratif. Ini sangat penting karena untuk mendokumentasi inovasi yang sudah dilakukan oleh perempuan. Dalam 4 tahun kita berkomitmen mendokumentasikan dan menjadikan buku.

Tim Penulis Women Inovatif Project, Ihan Sunrise, mengatakan insiatif untuk project ini sudah direncanakan sejak akhir tahun lalu, berawal dari pertemuan dengan Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati.

Ihan menyebutkan adapun tujuan dibentuknya project ini adalah untuk mempromosikan kiprah penggerak perempuan di Aceh. Ini akan menjadi kolaborasi antar individu penulis dan komunitas untuk menciptakan narasi yang lebih besar dan positif tentang Aceh.

Ihan mengatakan saat masa konflik Aceh memiliki perempuan-perempuan yang hebat dan tangguh yang harus diangkat ceritanya. Beragam cerita hebat yang perlu diketahui bersama. Dan itu menjadi semangat baru untuk anak-anak muda. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER