Selasa, Februari 27, 2024
Google search engine
BerandaAcehPerdana di Aceh, BSI Luncurkan Aceh Muslimpreneur

Perdana di Aceh, BSI Luncurkan Aceh Muslimpreneur

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dalam rangka memacu semangat kewirausahaan generasi muda Aceh, Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar peluncuran program Aceh Muslimpreneuer, di Gedung Auditorium Prof Ali Hasjmy, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Jumat (27/1/2023).

CEO BSI Region Aceh, Wisnu Sunandar, saat memberikan sambutan, mengatakan program ini hadir perdana di Aceh bertujuan untuk melahirkan para wirausaha muda Aceh sebagai motor penggerak ekonomi syariah dengan produk lokal yang berkualitas.

“Hadirnya Aceh Muslimpreneur di Aceh adalah bentuk apresiasi direksi BSI yang memberi kekhususan pengembangan wirausaha muda di Aceh. Ini baru diadakan pertama kali di Aceh,” Kata Wisnu.

Wisnu menuturkan, berjalannya program ini dimulai dengan menjaring sekitar 2000 wirausaha muda. Dari 2000 peserta akan dipilih secara administrasi menjadi 1000 peserta hingga nantinya mereka akan diberikan pelatihan secara intensif selama enam bulan.

“Kemudian nantinya ada sekitar 18 pemenang dari Aceh Muslimpreneuer yang kita bagi menjadi tiga bagian yaitu starter, scale up dan sustainability,” sebutnya.

Selain itu, para wirausaha muda tersebut akan diberikan bimbingan serta modal agar wirausahanya bisa mandiri dan menjadi pengusaha besar yang dapat bersinergi dengan BSI. Hal ini juga sekalian menguatkan branding BSI yang fokus pada pegembangan UMKM di Indonesia.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-ranirry Banda Aceh Prof Mujiburrahman, sangat mengapresiasi dan menyambut baik program yang dirintis oleh BSI. Dia berharap, melalui program ini muncul pengusaha yang tangguh punya keinginan besar untuk sukses dan melahirkan lapangan pekerjaan serta bersinergi membangun Aceh.

Lebih lanjut, Mujiburrahman mengungkapkan kondisi Aceh hari ini yang berstatus sebagai daerah istimewa dan otonomi khusus, masih menyisakan rapor merah dalam berbagai aspek kehidupan. Atas kondisi ini, menurutnya perlu adanya perhatian dari semua pihak dalam memperbaiki berbagai aspek termasuk persoalan ekonomi.

Saat ini, lanjut Mujiburrahman, Aceh masih termasuk provinsi termiskin di Sumatera dan menempati urutan kelima termiskin nasional. Salah satu hal yang mempengaruhi karena memiliki keterbatasan dan sulitnya dalam mengakses lapangan kerja. Diharapkan meningkatnya wirausaha muda, dapat menambah lapangan kerja.

“Inisiatif dan inovasi dari BSI membentuk pengusaha muda muslim ini sangat baik. Sehingga kemitraan dengan BSI ini kita yakini ke depan akan banyak pengusaha muslim yang akan mandiri kemudian bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments