Beranda Suara DPRK Aceh Besar DPRK Dorong Qanun Aceh Besar, Program 1 Desa 1 Hafiz dan 1...

DPRK Dorong Qanun Aceh Besar, Program 1 Desa 1 Hafiz dan 1 Desa 1 Kader Ulama

BERBAGI
Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRK) Aceh Besar, Iskandar Ali, mengatakan legislatif dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Pemerintah Aceh Besar, terkait Rancangan Qanun (Raqan) Sistem Pendidikan Terpadu yaitu dengan mendorong program satu gampong (desa) satu hafidz Al Quran dan satu desa satu kader ulama.

“Qanun Sistem Pendidikan Terpaduu (SPT) yang di dalamnya atau breakdownnya ada program satu desa satu tahfiz dan satu desa satu kader ulama. Maka kita ingin dorong agar program ini bisa suistanable atau keberkelanjutan untuk bisa mendapatkan payung hukum yang kuat. Jadi Kita coba dorong pemerintah untuk mengajukan qanun ini,” kata Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, kepada Waspadaaceh.com, Selasa (22/6/2021).

Iskandar Ali mengatakan, pendidikan sebagai suatu investasi masa depan bagi masyarakat suatu bangsa. Sehingga, kata dia, diharapkan agar pendidikan Aceh menyiapkan generasi penerus masa depan dengan lebih baik dan serius, terutama bagi masa depan Aceh 2030.

Ketua DPRK Aceh Besar juga mendorong dalam penganggaran dana desa semestinya bisa memberikan beasiswa kepada peserta didik yang berada di pesantren. Hal ini, katanya, sebagai upaya pemerintah untuk menciptakan kader ulama.

“Apalagi kita menuju masa Indonesia Emas maupun Aceh Emas tahun 2030. Nanti bisa kita evaluasi, sekarang tahun 2021 jadi sembilan tahun ke depan akan lahir kader-kader hafiz, serta ulama yang dibiayai dari dana desa,” tuturnya.

Politisi PAN ini juga mengharapkan dalam proses melahirkan qanun tersebut, penegakan syariat Islam di Aceh agar betul-betul ditegakkan. Tampak bahwa sembilan tahun ke depan adanya keberimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan dayah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Aceh. (Cut Nauval Dafistri)