Sabtu, Juli 20, 2024
Google search engine
BerandaDisbudpar AcehDisbudpar Aceh Dorong Pelaku Pariwisata Promosikan Wisata Melalui Media Sosial

Disbudpar Aceh Dorong Pelaku Pariwisata Promosikan Wisata Melalui Media Sosial

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemulihan di sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini di tengah pandemi COVID-19. Di sisi lain pemerintah juga sudah menggencarkan upaya pemerataan vaksinasi untuk mendorong herd immunity.

Aceh provinsi di ujung Pulau Sumatera yang cukup dikenal memiliki beragam tempat wisata, mulai dari wisata bahari hingga wisata alam. Sebagaimana juga para pelaku wisata, pemerintah juga mengharapkan agar sektor pariwisata segera bangkit.

Dampak dari pandemi ini adalah berkurangnya pengunjung di sektor pariwisata, seperti objek wisata Pulau Dua di Aceh Selatan. Namun keberadaan pulau ini tidak sefamiliar pulau-pulau lainnya.

Pengamatan Waspadaaceh.com, Kamis (4/11/2021), di Aceh Besar juga keberadaan objek wisatanya tak kalah indah, menawarkan pesona bahari lengkap. Hamparan laut biru dengan deretan bukit-bukit tampak begitu memanjakan mata pengunjung. Gemuruh ombak berkejaran seakan tak pernah berhenti menyapa bibir pantai yang berselimut pasir putih.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin. (Foto/Ist).

Selain itu di Aceh Tengah, di dataran Tinggi Gayo, yang merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan, juga cukup potensial sebagai objek wisata alam. Termasuk juga keberadaan gunung Burni Telong.

Di antara pesona pariwisata Aceh yang disebutkan, masih banyak lagi destinasi wisata Aceh yang perlu dipromosikan untuk menjaga eksistensinya.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mendorong pelaku pariwisata di provinsi itu memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai wadah untuk mempromosikan pariwisata terutama di masa pandemi COVID-19.

“Kita terus mendorong pelaku pariwisata memanfaatkan teknologi digital di antaranya memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan pariwisata Aceh,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, belum lama ini.

Jamaluddin menuturkan, pada Era Tourism 4.0 ini adalah sumber keunggulan kompetitif baru, yang harus dikembangkan demi memajukan industri pariwisata Aceh di pasar global. Kata Kadisbudpar Aceh, semua itu membutuhkan sentuhan anak-anak muda Aceh yang cakap dan kreatif.

Oleh karena itu, kata Jamaluddin, Disbudpar Aceh berupaya meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata untuk membuat konten-konten promosi tentang destinasi pariwisata yang menjadi magnet pelancong datang ke bumi “Serambi Mekah” tersebut.

Jamaluddin mengatakan, Pemerintah Aceh memberikan porsi lebih terhadap pengembangan sektor pariwisata. Sebab, banyak sektor ekonomi yang terdampak jika pariwisata tersebut maju. Apalagi, pariwisata menjadi penyumbang pendapatan asli daerah yang kedelapan bagi Pemerintah Aceh.

“Potensi pariwisata Aceh cukup beragam, baik destinasi maupun atraksi budaya. Jika ini dikelola dengan optimal, kami yakin pariwisata Aceh berkembang. Namun itu tergantung bagaimana pelaku pariwisata mempromosikannya,” kata Jamaluddin

Untuk itu dia mengimbau agar lebih gencar dalam promosi pariwisata melalui berbagai media agar destinasi wisata Aceh dikenal dan menarik minat wisatawan. (Cut Nauval Dafistri)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER