Minggu, April 6, 2025
spot_img
BerandaAcehDikukuhkan Sebagai Ketua Ikafensy, Amal Hasan Berharap Alumni Punya Kontribusi 

Dikukuhkan Sebagai Ketua Ikafensy, Amal Hasan Berharap Alumni Punya Kontribusi 

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Amal Hasan resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Unsyiah (Ikafensy) periode 2021-2025, di Aula FEB USK, Sabtu (29/1/2022)

Dalam sambutannya Amal mengatakan, Ikafensy ini merupakan wadah, media atau forum yang bisa menjalin dan memperkuat komunikasi silaturahmi antara alumni dari generasi ke generasi.

“Jadi yang kita bentuk hari ini adalah kepengurusan pusat. Ikafensy ini sejarahnya sudah terbentuk sejak tahun 1989. Dibentuk pertama di Jakarta kemudian dibentuk di Aceh, lalu dibentuk di Medan dan beberapa daerah tingkat dua,” tuturnya.

Ikafensy ini, kata dia, sebelumya berdiri sendiri. Karena itu sekarang akan disatukan melaui konektivitas antar alumni yang berada di bawah naungan Ikatan Keluarga Alumni (IKA Unsyiah). Nantinya masing-masing alumni fakultas memiliki alumni pusat.

Dengan dibentuk pertama kalinya Ikafensy Aceh ini, Amal berharap seluruh alumni terdata dan teradministrasi dengan baik. Juga para alumni bisa memberikan kontribusi positif, baik untuk daerah, kampus, untuk mahasiswa serta untuk kemaslahatan masyarakat seluruhnya.

Dia juga menuturkan, Ikafensy di daerah atau tingkat dua akan diaktifkan kembali sehingga nantinya seluruh alumni di manapun berada bisa memberikan pemikiran, ide, gagasan untuk berkontribusi secara positif kepada fakultas. Selain itu mendukung pemerintah dalam berbagai program pembangunan daerah khususnya bidang ekonomi, ujarnya.

Amal menyebutka, pihaknya sampai saat ini sudah menyusun kepengurusan secara utuh, meliputi beberapa bidang, yaitu bidang organisasi, bidang fasilitas alumni dan kesejahteraan anggota, bidang kajian dan advokasi kebijakan, bidang pengabdian masyarakat, bidang pengembangan usaha serta bidang lainnya.

“Secara struktural sudah lengkap. Melalui mekanisme kerjasama, rencana program yang kita susun nantinya akan kita lakukan dalam periode jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” tuturnya.

Dia juga berharap bisa mengakomodir seluruh visi-misi dari kampus dan akan mengelaborasikan dengan visi misi pemerintah, sehingga dapat melihat bagaimana kondisi real di lapangan melalui penelitian.

“Jadi apapun peran yang dilakukan oleh Ikafensy kita harapkan dapat membawa dampak positif untuk masyarakat dan pemerintah,” harapnya.

Tercatat, saat ini mencapai 30.000 orang lulusan dari FEB. Data ini akan diinvetarisir kembali melalui digitalisasi dan mencoba untuk mendata alumni semuanya.

Ikafensy akan mendata para alumni yang berkiprah di bidang politik, hukum pemerintahan, wirausaha, perbankan dan lembaga yang lain. Dengan demikian bisa terbentuk ekosistem alumni yang bisa saling menyuport, saling memperkuat jejaring supaya konektivitas ini bisa membantu pengembangan para alumni sendiri maupun mahasiswa.

Hal yang menjadi program prioritas sendiri, kata Amal, melakukan pendataan alumni. Jika data sudah dimiliki cukup lengkap akan melihat segala prioritas program yang membutuhkan kontribusi dari alumni.

“Konsentrasi pertama kita adalah konektivitas dulu supaya kita tau di bidang eksekutif ada berapa alumni, posisinya seperti apa dan di bidang usaha entrepreneur sebarannya dari mana dan bergerak di bidang apa sehingga bisa bersinergi,” tutupnya. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER