Kamis, Februari 29, 2024
Google search engine
BerandaDigitalisasi, Transaksi Malam hingga Pembiayaan UMKM Jadi Topik Hangat Bersama Dirut BAS...

Digitalisasi, Transaksi Malam hingga Pembiayaan UMKM Jadi Topik Hangat Bersama Dirut BAS Muhammad Syah

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pengembangan digitalisasi, bank devisa, valas, pembiayaan UMKM hingga penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) menjadi topik hangat pertemuan perdana Direktur Bank Aceh Syariah (BAS), Muhammad Syah, dengan pimpinan media cetak dan online di Gedung Action Center Bank Aceh, Blower, Banda Aceh, Rabu (15/03/2023).

Didampingi Lazuardi (Direktur Operasional), Yusmal Diansyah (Direktur Kepatuhan), Said Zainal Arifin, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan dan Ziad Farhad, Humas Bank Aceh Syariah, Muhammad Syah mengungkapkan beberapa keunggulan Bank Aceh Syariah.

Menurut Muhammad, sudah banyak program diluncurkan dan telah lama dilaksanakan Bank Aceh Syariah, terutama soal penyaluran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Namun karena selama ini eksposenya kurang,
seolah-olah BAS tidak melakukan apa-apa.

Karena itu, mantan Kepala Cabang BAS Aceh Tamiang ini, meminta adanya kerjasama dan kolaborasi dengan pimpinan media bisa dilakukan secara intens. Dengan demikian informasi tentang program BAS cepat diketahui masyarakat luas.

“Kita (BAS) inikan masih muda, karenanya kita minta saran dan masukan media. Kita tunggu agar ke depan BAS akan lehih maju lagi,” kata Muhammad Syah dalam mengantar awal pertemuan itu.

Dia juga menjelaskan kesiapan BAS menghadapi tantangan ke depan termasuk transaksi malam. Dengan kamajuan digitalisasi seperti transaksi non tunai, via OVO, Sopie, dll, kata dia, BAS sedang melakukan kerjasama dengan perusahaan penyelia.

Dia juga sangat setuju melihat kekayaan SDA yang melimpah dan ke depan Aceh akan disibukkan dengan aktivitas ekspor/impor, dengan demikian membutuhkan adanya
Bank devisa.

“Bank Aceh harus ambil peran demi kemajuan daerah,” lanjut Muhammad Syah.

Selain devisa, valas, sambung Lazuardi,
Ke depan produk-produk perbankan yang dibutuhkan nasabah dan masyarakat Aceh ada di BAS.

Begitu juga tentang jaringan, kata dia,
layanan dunia perbankan terus ditingkatkan. Salah satunya dengan membuka 5.000 kios layanan perbankan di seluruh Aceh. Hingga keberadaan BAS akan dirasakan masyarakat.

Direktur Kepatutan, Yusmal Diansyah menyatakan, keberadaan BAS dari regulator, tim eksternal dan independen memberikan penilaian tentang kesehatan BAS masuk kategori sangat baik.

“Sejak 3 tahun ini BAS berada di peringkat 2, sementara peringkat 1 tidak ada di Indonesia,” kata Yusmal berpromosi.

Dirut BAS Muhammad Syah didampingi Direksi bersama pimpinan media cetak dan online foto bersama di Gedung BAS, Jl Patimura, Blower Banda Aceh, Rabu (15/03/2023). (Foto/Ist)

Dia juga menjelaskan kesiapan BAS menghadapi tantangan ke depan, juga tentang menghindari suap-menyuap dibuktikan BAS mendapat ISO anti penyuapan dari lembaga sertifikasi pemerintah.

“Untuk manajemen baru, komit dan tetap akan kita kawal hingga berjalan sesuai koridor,” janjinya.

Soal digitalisasi, dia melanjutkan, apa yang ada di bank lain, di BAS juga ada. Hanya saja BAS perlu penyempurnaan. Begitu juga soal bank devisi, valas, bank garansi serta produk baru yang akan disalurkan tanpa agunan bagi nyak- nyak (ibu-ibu).

“Semacam kredit super mikro, cukup surat keuchik, dana sudah bisa dicairkan. Produk ini segera kita launching,” demikian Direktur Kepatuhan BAS.

Pertemuan pimpinan media dengan Direktur BAS Muhammad Syah dan pimpinan BAS lainnya baru berakhir setelah sesi foto bersama. (Aldin Nl)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments