Senin, April 15, 2024
Google search engine
BerandaDiduga Gizi Buruk, Bayi di Agara Butuh Uluran Tangan

Diduga Gizi Buruk, Bayi di Agara Butuh Uluran Tangan

Kutacane (Waspada Aceh) – Nasib malang dialami seorang bayi laki-laki, Amad Saleh (7 bulan). Pada usia tujuh bulan, bayi ini hanya memiliki bobot 3,5 Kg, padahal seharusnya berat normal anak seusia dia mencapai 7 – 10 Kg. Kondisi badan bayi ini pun memang terlihat sangat kurus.

Amad adalah anak kelima pasangan suami istri (Pasutri) Masyuri dan Sadimah, warga Desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara. Melihat kondisi pertumbuhan bayi tersebut, ada indikasi Amad Saleh menderita gizi buruk atau stunting.

Sadimah, ibu kandung Amad Saleh mengatakan kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (7/11/2020), kondisi yang dialami anaknya tersebut terjadi sejak dilahirkan dalam keadaan prematur. Amad Saleh sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bener Meriah, selama satu bulan lebih, tapi kondisinya belum membaik, katanya.

Karena tidak menunjukkan kesembuhan, anak bungsunya itu Sadimah dan suaminya memutuskan untuk pindah kembali ke Aceh Tenggara. “Sebelumnya ayah Amad Saleh merantau ke Bener Meriah, menjadi buruh tani. Tapi kemudian kami balik ke sini,” ungkap Sadimah.

Kedua suami istri ini merasa cemas dengan kondisi anaknya tersebut, apalagi kondisi ekonomi mereka tidak memadai. Jangankan untuk berobat, untuk kebutuhan sehari-hari saja pun sulit.

Sadimah bersama suami harus banting tulang mencari nafkah untuk biaya hidup dan biaya pengobatan anak tercintanya itu.

Berharap memperoleh perawatan gratis di rumah sakit, tidak mungkin mereka dapatkan. Sebab pasutri ini hingga sekarang belum memiliki kartu BPJS. Begitu juga KTP dan Kartu Keluarga (KK) belum ada.

Sadimah saat ini hanya bisa berharap kepada pemerintah dan dermawan, bisa membantunya agar dia bisa merawat bayi mungilnya ke rumah sakit. Dia sangat mendambakan, pertumbuhan bayinya itu bisa normal seperti kebanyakan bayi lainnya.

Di tempat terpisah, Camat Lawe Bulan, Supardi, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (7/11/2020), mengakui sudah melihat langsung kondisi Amat Saleh. Dia bersama Kepala Puskesmas, sudah datang setelah menerima laporan dari kepala desa setempat.

Dalam kunjungan tersebut, kata camat, mereka telah meminta keterangan langsung dari kedua orang tua Amad Saleh. Selain melihat kondisi kesehatan, Supardi juga menanyakan kelengkapan administrasi kependudukan mereka.

“Dari jawaban Sadimah, kami mengetahui mereka belum tercatat sebagai warga setempat. Mereka masih tercatat sebagai penduduk di Bener Meriah,” lanjut Supardi.

Setelah mengetahui hal itu, Supardi mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas Catatan Sipil untuk menyelesaikan administrasi kependudun pasutri itu sebagai warga Kabupaten Aceh Tenggara.

“Agar bisa secepatnya memiliki BPJS, untuk mempermudah perawatan ke rumah sakit. Pemerintahan desa juga diharapkan nantinya bisa membantu dari anggaran kegiatan Posyandu. Pihak kecamatan juga akan menyampakan masalah bayi ini kepada dinas kesehatan,” kata Supardi. (Sopian)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER