Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaDi Tengah Wabah COVID-19, Kapal Asing Akan Sandar di Pelabuhan Calang

Di Tengah Wabah COVID-19, Kapal Asing Akan Sandar di Pelabuhan Calang

Calang (Waspada Aceh) – Pemerintah Pusat dan Provinsi Aceh saat ini tengah gencar melakukan upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), termasuk upaya menutup akses keluar masuk warga negara asing (WNA) ke Provinsi Aceh, baik melalui bandara mau pun pelabuhan laut.

Namun demikian, satu kapal kargo asing dari China, yang membawa tiang pancang milik PLTU Nagan Raya, Aceh, akan tetap sandar di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya dalam waktu dekat ini.

Syahbandar Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, melalui Pejabat Pembuat Komitmen Pelabuhan Calang, Azwana Amru Harahap, saat dikonfirmasi Waspadaaceh.com, Rabu (25/3/2020), membenarkan bahwa kapal kargo pengangkut tiang pancang dari China akan tiba di Pelabuhan Calang dalam waktu dekat.

“Ya kalau itu benar dek, rencana tiba menurut keagenan kapal tanggal 29 Maret,” jawab Amru saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, lanjut Amru, sampai hari ini pihaknya belum terima surat penegasan dari pusat terkait surat edaran Bupati Aceh Jaya, terkait larangan sandar kapal asing untuk sementara waktu.

“Kita dilema, dari pusat sampai dengan saat ini belum ada pelarangan kedatangan kapal Cargo,” ungkap Amru.

Dia menjelaskan, kalaulah surat dari pusat terlalu lama datang, maka dengan segala resiko kemungkinan dari hasil diskusi pihak Syahbandar Calang, akan menunda sandarnya kapal kargo dari China tersebut.

“Kita ambil sikap tunda sandar supaya jangan sampai resah dan bertindak di luar aturan,” jelas Amru.

Walaupun, tambahnya, saat ini masih menunggu surat dari pusat yang akan disampaikan ke Bupati Aceh Jaya. Pihaknya akan tetap mengikuti keputusan bupati sebagai acuan kebijakan.

“Kebijakan ini akan dijelaskan kepada pengguna jasa agar mereka dapat memahami situasi saat ini. Yang pastinya kita akan mendukung kebijakan Bupati Aceh Jaya dalam hal menangani COVID-19,” pungkas Amru.

Sementara itu Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB menyampaikan, pihaknya tidak akan merekomendasikan kedatangan kapal asing untuk sandar di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, di tengah wabah Corona yang semakin mengancam keselamatan masyarakat.

“Untuk saat ini kami masih mengambil sikap bahwa tidak akan memberikan merekomendasi atau tidak mengizinkan kapal asing dari China untuk merapat di pelabuhan Calang,” ungkap T. Irfan TB, Rabu (25/3/2020) kepada Waspadaaceh.com di Calang.

Sebelumnya, lanjut Irfan, Pemkab Aceh Jaya juga sudah mengeluarkan imbauan untuk menunda sementara waktu dan menginstruksikan agar seluruh awak kapal asing mengantongi surat bebas COVID-19 ketika hendak sandar di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya.

Saat ini, pihaknya telah mengambil kesimpulan tidak merekomendasikan kapal asing untuk sandar di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, apalagi jika kapal tersebut berasal dari China.

“Demi kebaikan bersama kita minta ditunda dulu sementara waktu kedatangan kapal asing di Aceh Jaya,” ujar Irfan TB.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Irwanto NP, juga meminta pihak otoritas Pelabuhan Calang untuk menunda kedatangan kapal asing di tengah maraknya wabah COVID-19.

Informasi yang dihimpun Waspadaaceh.com, sebelumnya kapal asing MT. JAL PARI/Voy.022 berbendera Panama dari Negara India tiba di perairan laut Calang, Aceh Jaya, sejak Kamis, 19 Maret 2020 dan telah sandar di Pelabuhan Calang.

Kapal MT. JAL PARI tersebut mengangkut 23 crew dinahkodai oleh Capten Sukumaran Logesh dan semuanya berkebangsaan India akan mengangkut CPO milik PT. Calang Sejati Indah di Calang, sebanyak 7.000 mt Palm Oil.

Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Meulaboh bersama Syahbandar sudah melakukan pengecekan kapal dan crew untuk antisipasi wabah COVID-19 dan hasilnya negatif Corona. Kini kapal tersebut sudah meninggalkan Pelabuhan Calang.(Zammil)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER