Beranda Info Aceh Jaya Cagar Budaya dan Benda Peninggalan Sejarah di Aceh Jaya akan Dilestaraikan

Cagar Budaya dan Benda Peninggalan Sejarah di Aceh Jaya akan Dilestaraikan

BERBAGI
Tim Kebudayaan bentukan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya sedang melakukan pendataan cagar budaya di Kecamatan Pangan, Senin (30/11/2020). (Foto/Ist)

Calang (Waspada Aceh) – Tim Kebudayaan bentukan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya melakukan pendataan cagar budaya dan benda peninggalan sejarah di kabupaten tersebut.

Tim yang berjumlah sebelas orang tersebut melakukan pendataan dimulai sejak tanggal 29 November hingga 2 Desember 2020.

Kepala Dinas Pendididikan Kabupaten Aceh Jaya, Abdul Jabar, melalui Kabid Kebudayaan sekaligus menjabat sebagai ketua tim pendataan, Amir Rahim, saat dikonfirmasi via seluler menyampaikan, kegiatan tersebut bersifat mendata, mendaftarkan dan memverifikasi cagar budaya yang ada di Aceh Jaya, sehingga bisa dijaga dan dilestarikan.

Dia menerangkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan agar semua aset kebudayaan dan cagar budaya di Aceh Jaya telah sesuai dengan Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Untuk lokasi yang akan diinput berjumlah 103 titik. Kita mulai melakukan pendataan di Kecamatan Jaya hingga berakhir di Kecamatan Pasie Raya,” ungkap Amir, Rabu (2/12/2020) saat dihubungi.

Dia menjelaskan, sesudah semua aset cagar budaya dan peninggalan sejarah yang ada di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya didata, maka akan dikirimkan data tersebut ke pihak Kementerian di Jakarta.

Selain itu, tambahnya, masih banyak cagar budaya dan peninggalan sejarah lain yang belum didata dan bentuknya bermacam-macam.

“Ada meriam, sumur, bangunan, makam dan benteng seperti di Desa Jeumpeuk Kecamatan Sampoiniet dan di Dusun Rigaih Desa Lhok Timoen Kecamatan Setia Bakti,” paparnya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat juga bisa lebih aktif dan peduli serta melestarikan peninggalan sejarah dan cagar budaya yang ada di wilayah Aceh Jaya.

“Untuk pemerintah desa, diharapkan secara bersama-sama turut melestarikan cagar budaya dan menjaga peninggalan sejarah supaya tidak musnah oleh waktu,” pungkasnya. (Zammil)

BERBAGI