Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaSumutBPBD Sumut: Status Darurat Banjir Bandang Labura, 3 Korban Belum Ditemukan

BPBD Sumut: Status Darurat Banjir Bandang Labura, 3 Korban Belum Ditemukan

Medan — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis mengatakan, Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) telah menetapkan status darurat akibat bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Na IX-X di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Status darurat ditetapkan selama sepekan, terhitung sejak 30 Desember 2019. Hingga hari ini, kata Kepala BPBD Sumut, tim gabungan masih terus mencari tiga korban yang hilang dari lima orang satu keluarga yang dilaporkan terseret banjir.

“Tim terpadu saat ini masih menyisir lokasi untuk mencari korban yang hilang. Tim terus bekerja. Juga telah membangun akses jembatan darurat di sana,” kata Riadil Akhir Lubis, Jumat (3/1/2020), kepada waspadaaceh.com.

Berita Terkait: Banjir di Labura: 2 Tewas, 3 Hilang dan Puluhan Rumah Rusak

Mantan Kepala Bappeda Sumut itu menuturkan, di lokasi yang dilanda banjir bandang, sejak kemarin sudah dikerahkan empat unit alat berat untuk melakukan pembersihan lumpur, batu dan kayu gelondong, yang memenuhi sekitar rumah-rumah penduduk di Desa Pematang dan Desa Hatapang tersebut.

Lumpur dan kayu gelondongan yang dibawa banjir banding, tampak di sekitar rumah warga. (Foto/Ist)

“Kerusakan yang terjadi, tercatat rumah hanyut/rusak berat sebanyak 36 unit, 2 unit jembatan besar dan 4 titi di dusun. Selain itu, sawah seluas 15 hektare tertimbun lumpur, batu dan kayu gelondongan. Empat titik daerah irigasi rusak, 5 warga juga hanyut, dari baru 2 yang ditemukan tewas dan sudah dibawa ke RSUD Rantau Prapat,” ujarnya.

Dia menuturkan korban ditemukan sekitar 30 Km dari TKP di Desa Tanjung Medan, Kabupaten Labuhan Batu, kabupaten yang bertetangga dengan Labuhanbatu Utara.

Hingga kini, tim gabungan masih mencari tiga korban hilang dalam musibah banjir bandang. Pencairan dilakukan dengan menyusuri sungai-sungai dan hutan di wilayah itu, lanjut Kepala BPBD Sumut.

Satu keluarga yang dinyatakan hilang ini terdiri dari Ahmad Albar Sipahutar (kepala keluarga), Cahaya Nasution (istri), Reni Yana Sipahutar (anak), Irul Sipahutar (anak) dan Reja Sipahutar (anak).

Sementara itu dilaporkan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara telah diturunkan ke lokasi banjir untuk melakukan penyelidikan.

Sebab banyak pihak yang mensinyalir, selain dipicu curah hujan tinggi, banjir bandang terjadi akibat kawasan hutan yang sudah rusak akibat adanya aktifitas penebangan pohon di bagian hulu atau di atas gunung. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER