Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaBPBD Pidie: Waspadai Kebakaran Musim Kemarau

BPBD Pidie: Waspadai Kebakaran Musim Kemarau

Sigli (Waspada Aceh) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (15/7/2018), meminta masyarakat mewaspadai kebakaran kawasan hutan, kebun dan pemukiman memasuki musim kemarau seperti sekarang ini.

Kabupaten Pidie dipetakan sebagai salah satu daerah rawan terjadinya kebakaran. Dalam dua hari terakhir ini, dampak dari cuaca ekstrim telah terjadi dua kali kebaran. Kebakaran pemukiman terjadi Minggu, (15/7/2018) sekira pukul 04:00 WIB di Gampong (desa-red) Meunasah Dayah, Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur.

Di desa tersebut satu unit rumah semi permanen milik Razali, 45, dan satu unit tempat usaha perabot milik Faisal Ishak, 41 dan satu mini bus jenis L-300 ludes terbakar. Akibat kebakaran itu kerugian ditaksir mencapai Rp300-an juta.

Dalam insiden kebakaran yang terjadi di Gampong Meunasah Dayah, Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur, belum diketahui asal sumber api. Namun dugaan sementara, api berasal dari salah satu tempat usaha, lalu menjalar ke seluruh isi perabot sampai menghanguskan rumah milik Razali.

“Api berhasil kita padamkan sekira pukul 05:30 WIB,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi, Minggu (15/7/2018).

Sehari sebelumnya, Sabtu (14/7/2018) kebakaran hebat melanda hutan di Gampong Lhok Keutapang, Dusun Geunie, Tangse, Kabupaten Pidie sekira pukul 20: 00 WIB. Api sudah berhasil dipandamkan oleh masyarakat secara manual.

“Saat ini potensi kebakaran sangat berpeluang karena Pidie sudah memasuki musim kemarau dan angin kencang. Terutama kawasan pemukiman dan hutan. Karena itu kami sangat berharap kepada warga supaya melakukan upaya pencegahan kebakaran,” himbau Apriadi.

Berdasarkan analisis dan pengalaman BPBD Pidie, mayoritas kebakaran terjadi di pemukiman, misalnya akibat lupa mematikan kompor atau lampu. Juga ada juga yang sering meninggalkan tungku masak yang masih menyala.

Arus pendek listrik biasanya juga menjadi faktor utama pemicu percikan api sehingga terjadinya kebakaran. Begitu juga akibat membakar belukar kemudian menjalar ke hutan, atau akibat membuat putung rokok sebarangan di dalam hutan.

“Karena itu kami meminta masyarakat un tuk meningkatkan pencegahan selama musim cuaca ekstrim ini berlangsung,” katanya lagi. (Muhamamd Riza).

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER