Kamis, Juli 25, 2024
Google search engine
BerandaOlahragaBanda Aceh Hingga Medan, Warkop “Dibanjiri” Pecandu Bola

Banda Aceh Hingga Medan, Warkop “Dibanjiri” Pecandu Bola

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sejak pukul 20:30 WIB, Minggu malam (15/7/2018), sebelum siaran langsung final Piala Dunia dimulai, hingga pertandingan berakhir dengan kemenangan Prancis 4 – 2 atas Kroasia, café dan warkop (warung kopi) di Banda Aceh hingga di Medan, tampak  “dibanjiri” para pecandu bola.

Warkop di kawasan Jl.Tempuling Medan, tampak dibanjiri pecandu sepakbola. Kendaraan terlihat berjejer parkir di sisi ruas jalan. (Foto/alfarizi)
Warkop di kawasan Jl.Tempuling Medan, tampak dibanjiri pecandu sepakbola. Kendaraan terlihat berjejer parkir di sisi ruas jalan. (Foto/alfarizi)

Tempat ini semakin padat ketika pertandingan sudah mulai berjalan. Bahkan di sisi kiri-kanan ruas jalan utama baik di Kota Banda Aceh mau pun sepanjang jalan menuju Medan, dipenuhi kendaraan parkir. Baik mobil mau pun sepeda motor. Hirup pikuk dan sorak sorai pecandu bola terdengar hingga beberapa puluh meter.

Pengamatan Waspadaaceh.com, tidak hanya warkop yang berada di sekitar inti Kota Banda Aceh yang dibanjiri pecandu bola, misalnya di kawasan Peunayong, Kuta Alam, Seutui, Simpang Surabaya tapi juga daerah pinggiran seperti Batoh dan lainnya. Sementara di kota-kota lain di Aceh, hal serupa juga terjadi.

“Bus yang melewati kota-kota kecamatan harus melambat karena banyak kendaraan yang parkir hingga ke pinggir jalan,” ujar seorang penumpang bus jarak jauh yang menuju Banda Aceh. Para pemilik kenderaan ini nongkrong di warkop untuk menyaksikan pertandingan final sepak bola.

Begitu juga di Kota Medan. Café mau pun warkop yang ada di kota-kota tampak penuh sesak, mulai dari kawasan Ringroad (Jl.Gagak Hitam), Jl.Gajah Mada, Kota Maksum dan kawasan lainnya.

Di kawasan Jalan Tempuling Medan, semua warkop khas Aceh juga penuh sesak oleh pecandu bola. Parkir kenderaan mereka tidak saja hingga ke sebagian ruas jalan, tapi juga ke depan rumah warga yang lain. Kawasan Tempuling ini memang dikenal sebagai kawasan kuliner dan warung kopi.

Café mau pun warkop baru tampak mulai sepi setelah pertandingan berakhir, dan tim Prancis yang meraih juara dunia, menerima piala penghargaan. Lokasi-lokasi nongkrong para pecandu bola ini memang ramai selama berlangsungnya kejuaran sepak  bola dunia. Situasinya semakin ramai ketika sudah memasuki semi fina, dan puncak keramaiannya malam ini. (alfarizi)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER