Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaAcehBNPT: Potensi Radikalisme di Aceh Cukup Tinggi

BNPT: Potensi Radikalisme di Aceh Cukup Tinggi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kasie Partisipasi Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Letkol Setyo Pranowo, mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan BNPT di seluruh Indonesia, potensi radikalisme di Aceh cukup tinggi.

“Namun potensi radikalisme di Aceh itu dapat ditangkal dengan penguatan kearifan lokal yang dijalankan masyrakat,” kata Setyo Pranowo saat membuka acara Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coy) yang digelar FKPT Aceh di Hotel D’Pade, Lampeuneurut, Aceh Besar, Rabu (11/3/2020).

Untuk itu Pranowo meminta kepada seluruh masyarakat dan aparatur pemerintah dari berbagai tingkatan hingga desa, untuk terus bersinergi guna menangkal pengaruh-pengaruh radikal yang merusak, dan bukan semata menjadi tanggungjawab pihak keamanan.

“Untuk menangkal radikalisme dan terorisme harus menjadi tanggungjawab bersama, masyarakat, aparatur desa, media, dan juga pengguna medsos,” kata Pranowo.

Katanya, perkemebangan teknologi telekomunikasi yang pesat, perlu sinergitas untuk penanggulangannya. Dimulai dengan menjaga keluarga. Pertanyaannya, apakah kepala keluarga sudah melek dengan perkembangan teknologi telekomunikasi?, tanya dia.

Pranowo juga menyebut pihaknya yakin penanggulangan pengaruh radikal dan terorisme di Aceh bisa ditangkal, apalagi komposisi pengurus FKPT Aceh sangat solit dan memahami persoalan.

“Saya melihat komposisi kepengurusan FKPT Aceh solid, dan kita harapkan terus bisa bersinergi dengan masyarakat dan semua elemen masyarakat dalam pencegahan pengaruh radikal dan terorisme,” kata Prasetyo.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Aceh, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, pada kesempatan itu menyampaikan FKPT Aceh menjadi salah satu FKPT terbaik di Indonesia, punya kinerja baik, bahkan selalu mendapat peringkat tiga besar secara nasional.

“FKPT adalah mitra strategis Badan Nasional Penenganggulangan Terorisme (BNPT) yang ada di daerah. Sejauh ini ada 32 FKPT di Indonesia. Aceh menjadi perhatian khusus, karena FKPT Aceh kerap menjadi 1, 2 dan 3 terbaik dalam kepengurusannya,” kata Kamaruzzaman.

Tampil sebagai pembicara pada acara Ngopi Coy, korban bom JW Marriot I, Febby Firmansyah, dan Kabid Komunikasi Media, Hukum, dan Humas, Wiratmadinata.

Hadir pada acara pembukaan Kaban Kesbangpol Aceh, Mahdi Efendi, perwakilan Polresta Banda Aceh, Dandim 0101 Banda Aceh, kalangan media, kampus, dan pengguna aktif media sosial. (Ria)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER