Selasa, Februari 27, 2024
Google search engine
BerandaBJKW I Banda Aceh Gelar Pelatihan Operator Alat Berat Bagi Siswa SMK

BJKW I Banda Aceh Gelar Pelatihan Operator Alat Berat Bagi Siswa SMK

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Meski kondisi cuaca terik, Agung Setiawan, 18, kelas 3 SMKN 2 Banda Aceh, tampak bersemangat mengoperasikan ekskavator Komatsu PC 200 saat meratakan lahan di lapangan praktek pertanian Universitas Abulyatama, kawasan Blang Bintang Aceh Besar, Rabu (26/7/2023).

Bersama dengan 14 teman lainnya, Agung merupakan peserta angkatan ke-2 dari program Pelatihan Operator Alat Berat yang diinisiasi oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, berlangsung selama 12 hari.

Dalam sesi pelatihan, Agung dan rekan-rekannya diajarkan oleh instruktur. Salah satu instruktur Nurdani mengatakan, sebelum memulai pengoperasian ekskavator, peserta diminta untuk melakukan pemeriksaan komponen mesin agar ekskavator bisa berfungsi dengan optimal.

“Menggunakan alat berat ini tentu ada SOP nya. Penting pengecekan dan perawatan sebelum digunakan, agar alat berat yang tahan 10 tahun dapat ditingkatkan menjadi 30 tahun,” kata Nurdani.

Selama proses pelatihan, Agung dan teman-teman belajar cara mengoperasikan ekskavator dengan baik dan benar. Mereka diberikan pengetahuan tentang prinsip kerja ekskavator, teknik mengatur dan mengarahkan mesin, serta keamanan dalam menggunakan alat berat ini.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Indra Suhada, menyatakan, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh berperan sebagai ujung tombak dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi.

Salah satu langkah penting yang diambil yakni memastikan setiap proyek konstruksi memiliki sertifikasi kompetensi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mewajibkan sertifikasi bagi seluruh tenaga kerja konstruksi.

Pembinaan calon tenaga kerja konstruksi menjadi prioritas bagi Kementerian PUPR, karena mereka percaya bahwa melalui persiapan sejak dini, penerus pejuang konstruksi dapat membawa kualitas konstruksi ke level yang lebih baik.

Dalam kegiatan pembinaan ini, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh sangat memperhatikan standar manajemen mutu.

Lanjutnya, untuk menciptakan tenaga kerja yang disiplin dan terampil, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh bekerjasama dengan Zipur16 dan meminta personil mereka untuk mendidik para peserta dalam berbagai aspek, termasuk fisik, mental, dan kedisiplinan.

“Contoh nyata dari kesuksesan pelatihan adalah pada angkatan pertama, di mana salah satu peserta langsung mendapatkan jabatan sebagai operator di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu,” kata Indra saat ditemui Waspadaaceh.com.

Lanjut Indra, setelah peserta mengikuti pelatihan, maka akan digelar uji kompetensi, Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh akan memfasilitasi dan mengundang asesor untuk menilai kualifikasi dan keterampilan peserta. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments