Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaAcehBesok! Pabrik Tempe Soya Tutup, 50 Karyawan Dirumahkan

Besok! Pabrik Tempe Soya Tutup, 50 Karyawan Dirumahkan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Virus Corona atau COVID-19 sudah mulai berdampak kepada sektor usaha, khususnya pada skala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), seperti pabrik tempe.

Akibat situasi yang semakin tidak menentu, ditambah lagi dengan naiknya harga kedelai sebagai bahan baku produk tempe, pabrik tempe Soya, yang berlokasi di Gampong Reloh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, dilaporkan akan menutup operasionalnya mulai Minggu besok (29/3/2020). Sementara 50 orang karyawannya praktis akan dirumahkan.

Sebagaimana dikutip dari laman KBA.ONE, usaha tempe yang telah dirintis oleh Basri Ubit sejak 20 tahun yang lalu, harus tutup karena situasi Aceh yang mulai merasakan pademi virus Corona atau COVID-19.

“Kita tutup sementara hingga ada pengumuman berikutnya dari pemerintah bahwa virus Corona sudah berakhir, baru kita buka kembali,” kata Basri kepada KBA.ONE, Sabtu (28/3/2020).

Berita Lainnya: Imbas Corona, Harga Kedelai di Medan “Meroket”

Selain khawatir terhadap penyebaran virus Corona yang mengharuskan dia menutup pabrik tempenya, pengusaha ini juga mengatakan, semakin sulit mendapatkan kedelai sebagai bahan baku tempe. Sebab, kata dia, kedelai yang digunakannya selama ini diimpor oleh pengsuaha (distributir/importir) dari negri Paman Sam, Amerika.

“Kebutuhan kedelai untuk pabrik Soya sekitar 250 ton per bulan. Untuk memproduksi tempe khusus Banda Aceh dan Aceh Besar dibutuhkan sekitar 6 – 7 ton perharinya. Pasokan semakin langka saat ini,” ujar Basri Ubit.

Basri berharap akan ada pertimbangan atau solusi dari pemerintah selama usahanya tutup, misalnya pemerintah bisa menyantuni karyawannya yang dirumahkan atau solusi lain. Sebab, kata Basri, dia akan kesulitan jika harus menanggung biaya harian sebanyak 50 orang karyawannya atau tenaga kerja harian yang selama ini bekerja di pabrik tempe miliknya.

Menurut Basri, pasar tempe Soya saat ini telah mendominasi pasar hingga beberapa kabupaten kota di Aceh. Dia menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan tempe Soya karena harus menutup sementara usahanya, ujar Basri Ubit.

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER