Beranda Olahraga Ayah Ibu Nurul Akmal: Cita Cita Jadi Polwan, Kini Lifter Putri Kelas...

Ayah Ibu Nurul Akmal: Cita Cita Jadi Polwan, Kini Lifter Putri Kelas Dunia

BERBAGI
Orang tua Nurul Akmal, lifter putri Indonesia asal Aceh, Hasballah dan Nurmala Ishak. (foto/Syaiful).

Aceh Utara (Waspada Aceh) – Lifter putri Indonesia, NurulAkmal, 27, asal Gampong Serbajaman Tunong Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, yang finish kelima di cabor angkat besi pada Olimpiade Tokyo 2020 kelas +87kilogram, ternyata saat kecil bercita cita ingin menjadi Polwan (polisi wanita).

Gadis kelahiran tahun 1993 ini merupakan putri kedua dari empat bersaudara, anak pasangan Hasballah, 55, dan Nurmala Ishak,45. Cita-cita menjadi Polwan sudah ada sejak masuk SDN-1 Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas. Setelah itu Nurul melanjutkan pendidikan ke SMPN-2 Tanah Luas. Namun setelah selesai pendidikan SMP, dia mengurungkan cita-citanya, menjadi polwan, karena kondisi ekonomi orang tuanya tidak memungkinkan. Orangtuanya hanya seorang petani.

Setelah selesai pendidikan SMP, Nurul mendapatkan undangan di sekolah bergengsi di Banda Aceh, yaitu SMAN-9 Tunas Bangsa. Sejak tahun 2010, saat ia duduk di kelas satu SMA dan rutin mengikuti program pembinaan Diklat Tunas Bangsa yang dikelola oleh Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Aceh.

Nama Nurul Akmal lifter asal Aceh Utara itu, yang anak petani, mulai tenar pada tahun 2010, setelah dia berhasil menguasai emas dengan perolehan tiga kali berturut-turut dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Cabang Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Putri. ketika Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2010 di Bireuen dan berhasil memborong enam emas.

Lalu pada PORA di Idi, Kabupaten Aceh Timur pada 2014, atlet asal Kecamatan Tanah Luas itu juga berhasil meraih dua emas di kelas angkat berat dan besi. Sedangkan PORA di Jantho, Aceh Besar, Nurul kembali memborong dua emas untuk Aceh Utara.

Sedangkan di Pekan Olahraga Nasional (PON 2016) di Jawa Barat, Nurul Akmal  menjadi juara setelah memecahkan rekor snatch dan clean and jerk sekaligus pemegang rekor nasional. Lalu pada 2017 lalu, Nurul Akmal kembali menjadi juara nasional di Riau. Kemudian pada Februari 2018 NurulAkmal dipanggil ke Pelatnas untuk Asian Games hingga kemudian dia adu kekuatan pada Olimpiade Tokyo.

Lifter putri Indonesia, Nurul Akmal, yang berasal dari Aceh. (Foto/Ist)

Banyak simpati publik kepada Nurul meskipun finish di urutan kelima pada Olimpiade Tokyo. Kenapa tidak, kehadiran Nurul Akmal di gelanggang kejuaraan olahraga angkat besi dunia ini telah mengharumkan nama Indonesia tingkat dunia.

Nurul Akmal Dijuluki “Mike Tyson”

Nurmala Ishak, ibu kandung Nurul Akmal, saat ditemui Waspadaaceh.com, Selasa (3/8/2021), menyatakan, anaknya kerap dipanggil “Mike Tyson” sejak Nurul duduk di kelas satu SDN-1 Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas.

“Kemana-mana ketika saya bawa. Misalnya ke kondangan, selain dipanggil Amel sapaan Nurul Akmal, ada juga yang memanggil nama Tison kecil, karena ia memiliki tubuh yang gempal,” kata Nurmala yang dibenarkan ayah Nurul, Hasballah.

Orang tua Nurul juga mengisahkan, sosok Nurul punya sifat penyayang teman, keluarga apalagi kedua orang tuanya. Setelah menjadi juara memecahkan rekor snatch dan clean and jerk sekaligus pemegang rekor nasional, Nurul langsung berhajat akan menaikan Haji kedua orang tuanya pada tahun 2017 lalu. Nurul Akmal sudah mendaftarkan biaya ongkos naik haji (ONH) untuk  kedua orang tuanya.

“Nurul orangnya sosok penyayang sesama teman dan keluarga. Sejak kecil sudah terbiasa membantu kami, seperti membantu mencuci piring, baju dan membersihkan rumah. Termasuk membantu menggembala ternak sapi dan ke sawah saat pulang sekolah,” kenang Nurmala.

Selain itu, kata Nurmala, dia juga membantu pendidikan dua adiknya, Muhammad Zubir dan Muhammad Khailir, yang sekolah di Dayah Darul Huda Lueng Angen, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

“Tiap akhir tahun sekali, Nurul selalu mengadakan syukuran di rumah dengan mengundang anak yatim untuk makan bersama dan juga menyantuninya. Kegiatan ini sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut,” katanya.

Selalu Minta Doa Restu Orang Tua

Sosok Nurul Akmal, atlet cabang olahraga angkat besi putri sejak tahun 2010, saat akan mengikuti event atau perlombaan di manapun, tetap meminta doa dan restu kepada kedua orang tuanya.

“Sebelum ia mengikuti event, selalu meminta doa dan restu kepada kami. Selain itu, saya berpesan kepada Nurul untuk tetap berdoa dan tetap menjalankan kewajiban (shalat) di manapun berada serta menjaga kesehatan,” tutup Nurmala dengan mata berkaca-kaca, gembira bercampur haru atas keberhasilan anaknya itu. (Syaiful).