Asam Manis Isnan Jalankan Budidaya Lebah Kelulut

    BERBAGI
    Marhaban Isnan, 25, saat melakukan panen lebah kelulut di perkarangan rumahnya, Jumat, (19/3/2021). (Foto/Zammil)

    “Khasiat madu kelulut yang rasanya asam manis pun bermacam-macam. Mulai dari obat batuk dan flu, bisa dikonsumsi penderita diabetes atau menambah gairah nafsu makan”.

    ———–

    Dua tahun sudah Marhaban Isnan, 25, menjadi peternak lebah kelulut. Pemuda asal Desa Padang Lageun, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, dalam sekali panen mendapatkan hampir 100 botol madu. Perbotol dengan takaran 60 miligram yang diberi merek Queen Bee Linot.

    Bukan hanya warga di desanya saja yang menjadi pembeli Queen Bee Linot, orang-orang dari kecamatan lain, bahkan dari luar Aceh Jaya, telah menjadi langganan tetapnya.

    Isnan mulai beternak lebah kelulut (Trigona Itama) sejak 2018. Cara beternak lebah, Isnan mempelajarinya lewat internet. Baik dengan membaca artikel, mau pun menonton tutorial di Yaotube. Lalu dia mempraktekkannya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

    Saat ini, Isnan masih memanen lebah kelulutnya dengan cara tradisional. Kotak lebah miliknya belum memiliki ukuran tertentu. Panennya belum menggunakan alat sedot dan masih menggunakan asap, cara agar inang kelulut menjauh dari sarang.

    Prodak madu kelulut milik Marhaban Isnan. (Foto/Zammil)

    Lebah kelulut berukur kecil seperti lalat, bersarang di dalam pohon, dan tidak menyengat. Lebah kelulut memang belum begitu banyak dibudidayakan masyarakat, meski potensinya begitu besar. Apalagi jenis lebah ini banyak ditemukan berkembang biak luar di pohon-pohon kayu di perladangan dan hutan.

    Pandemi COVID-19, bukan penghalang bagi Isnan. Saat ini, dia melakukan budidaya madu kelulut di perkarangan rumah dengan total 20 unit koloni (kandang). Lebah kelulut diambil dari pohon yang sudah mulai lapuk di hutan dalam kawasan Kecamatan Setia Bakti.

    “Kalau panennya tidak menentu bang. Kadang dalam satu bulan ada dua kali, kadang ada tiga kali, ada juga yang satu kali. Tergantung musim kembang bunga tanaman. Kalau musim bunganya berturut-turut, maka panen juga bisa berkali–kali,” ujar Isnan saat dijumpai Waspadaaceh.com, Jumat (19/3/2021) di rumahnya.

    Karena, lanjutnya, pakan lebah berupa nektar (cairan manis di dalam bunga tanaman) dan polen. Khasiat madu kelulut yang rasanya asam manis pun bermacam-macam. Mulai dari obat batuk dan flu, bisa dikonsumsi penderita diabetes atau menambah gairah nafsu makan.

    “Madu kelulut kurang pas dikombinasikan dengan makanan. Biasanya madu ini langsung diminum atau dicampur air putih,” ujar Isnan.

    “Kalau omzetnya saat ini masih naik turun. Modal terpakai untuk kebutuhan pengembangan koloni yang lain dan tempat peternakan yang lebih memadai,” tambahnya.

    Uniknya, madu kelulut yang dibudidaya oleh Isnan tidak memiliki banyak peminat di Aceh Jaya. Peminatnya banyak dari Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Barat dan Aceh Subulussalam.

    “Baru–baru ini ada yang pesan dari Medan, Sumatra Utara. Karena saya mempromosikannya lewat medsos. Walau pun jaringan internet di desa saya belum bagus, tiap malam saya harus turun ke pusat kecamatan untuk update. Perbotolnya saya jual dengan harga Rp60 ribu,” ujar Isnan.

    Isnan mengakui, sekarang usaha yang sedang digelutinya belum memiliki izin, namun kedepannya akan dilakukan pengurusan.

    “Insya Allah, secepatnya akan saya urus segela bentuk izin. Kalau sekarang saya fokus dulu pada pengembangan,” pungkasnya. (Zammil)

    BERBAGI