Minggu, Juli 21, 2024
Google search engine
BerandaAcehAntisipasi Kasus Polio, PMI Banda Aceh Bentuk Relawan Desa 

Antisipasi Kasus Polio, PMI Banda Aceh Bentuk Relawan Desa 

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Upaya mengantisipasi mencuatnya kasus polio, PMI Kota Banda Aceh membentuk komite dan relawan desa di gampong Lambung untuk kesiapsiagaan polio.

Sebanyak 20 relawan desa terpilih mengikuti serangkaian kegiatan menyangkut eradikasi virus polio, berlangsung di sebuah mushalla di Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Kamis (3/2/2022).

Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan PMI Kota Banda Aceh serta aparat Gampong Lambung.

Kepala Markas PMI Kota Banda Aceh, Safriadi Ibrahim mengatakan, Gampong Lambung dipilih sebagai lokasi program kesiapsiagaan polio karena menurut data di Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, capaian imunisasi polionya rendah. Hal ini menurutnya berpotensi membuat kasus polio mencuat kembali.

“Memang kasus polio di Banda Aceh saat ini tidak ada. Tapi dengan rendahnya imunisasi polio, bukan tidak mungkin kasus polio muncul lagi,” kata Safriadi di hadapan komite dan relawan desa di Gampong Lambung.

Kata Safriadi, PMI melakukan program kesiapsiagaan polio untuk menyosialisasikan pentingnya imunisasi polio agar capaian imunisasi polio di Lambung meningkat.

Selain Gampong Lambung, saat ini PMI Kota Banda Aceh juga melangsungkan program kesiapsiagaan polio pada tiga gampong lainnya, yaitu Gampong Pande, Pie, dan Tibang.

Dengan dibentuknya para relawan desa, dia berharap bisa maksimal dalam menyosialisasikan tentang virus polio agar kesadaran masyarakat tentang pencegahan polio juga meningkat.

Dia juga memaparkan, virus polio sendiri bisa menyebabkan kelumpuhan pada penderita, sedangkan penyebaran virusnya tergolong mudah, di antaranya melalui makanan dan minuman.

“Polio itu virus yang menyasar balita. Kalau terserang polio, bisa maengalami kecacatan seumur hidup. Dan ini akan merepotkan keluarga juga kedepan,” ujarnya.

Usai komite dan relawan desa dibentuk, para relawan juga dibekali materi tentang kepalangmerahan dan polio.

Ketua PMI Kota Banda Aceh Dedi Sumardi Nurdin mengatakan, PMI merupakan lembaga kemanusiaan yang bersifat mandiri. Organisasi PMI juga memiliki tugas membantu pemerintah menangani kegiatan kemanusiaan, seperti konflik, bencana, dan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan.

“Selama pandemi COVID-19 PMI turut aktif dalam menanggulangi penyebaran, salah satu yang kita lakukan ialah semprot disinfektan pada tahun awal COVID-19,” jelas Dedi. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER