BerandaAcehAnak Muda Aceh Kampanyekan Keadilan Ekologis di CFD Banda Aceh

Anak Muda Aceh Kampanyekan Keadilan Ekologis di CFD Banda Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sejumlah anak muda menggelar kampanye keadilan ekologis melalui aksi bertajuk TAPAK BUMI di kawasan Car Free Day (CFD) Banda Aceh, Minggu (20/9/2026).

Kampanye yang diinisiasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh tersebut digelar untuk memperingati Hari Keadilan Ekologis dengan mengusung tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antar Generasi”.

Aksi diikuti pelajar, mahasiswa, komunitas muda, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat umum. Peserta membawa poster serta spanduk berisi pesan tentang perlindungan lingkungan dan keadilan ekologis.

Pesan kampanye juga disampaikan melalui berbagai kreativitas. Sejumlah peserta mengenakan kostum yang dibuat dari bahan daur ulang, seperti plastik dan botol bekas, yang menggambarkan ekosistem serta persoalan kerusakan lingkungan.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Aceh, Afifuddin Acal, mengatakan kampanye tersebut menjadi ruang untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami persoalan lingkungan yang terjadi saat ini.

“Investasi ekstraktif terus terjadi dan mengorbankan masyarakat adat. Deforestasi terus berlangsung, pertambangan tanpa izin juga semakin meluas. Selain itu, bencana ekologis terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia,” kata Afifuddin.

Menurut dia, persoalan ekologis juga terjadi di Aceh. Walhi Aceh mencatat kerusakan lingkungan akibat pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Aceh telah mencapai lebih dari 8.550 hektare hingga pertengahan 2026.

Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan bentang alam Ulu Masen.

Afifuddin mengatakan kampanye keadilan ekologis tidak hanya berbicara mengenai kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga hak generasi mendatang untuk mendapatkan lingkungan yang baik.

“Keadilan ekologis juga berarti memastikan generasi yang akan datang memiliki hak untuk menikmati alam dan lingkungan yang baik, sebagaimana yang kita nikmati hari ini,” ujarnya.

Libatkan Pelajar dan Mahasiswa

Walhi Aceh sengaja melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam kampanye tersebut. Sejumlah sekolah yang mengikuti kegiatan di antaranya SMA Negeri 4 Banda Aceh, SMA Negeri 3 Banda Aceh dan SMK-SMTI Banda Aceh. Selain pelajar, kegiatan juga diikuti mahasiswa dan komunitas pecinta alam.

Afifuddin mengatakan keterlibatan generasi muda penting karena mereka akan menjadi pihak yang merasakan dampak dari keputusan pengelolaan lingkungan yang dibuat saat ini.

“Kita ingin mengampanyekan bahwa keadilan ekologis bukan hanya soal bagaimana kita mengeksploitasi alam untuk memenuhi kebutuhan kita saat ini. Generasi yang akan datang juga harus menikmati apa yang kita nikmati hari ini,” sambung Afifuddin.

Rangkaian kampanye diisi dengan pawai long march, teatrikal, maskot show, orasi ekologis serta pameran foto dan poster lingkungan.

Hari Keadilan Ekologis pertama kali dideklarasikan pada 20 September 2025 dalam Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) XIV WALHI di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Afifuddin mengatakan momentum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai persoalan ekologis.

“Kita berharap Hari Keadilan Ekologis yang diperingati setiap 20 September ini nantinya dapat ditetapkan menjadi Hari Keadilan Ekologis Nasional,” ujarnya.

Dia mengatakan perhatian terhadap persoalan lingkungan tidak hanya diperlukan di Aceh, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia yang menghadapi bencana dan kerusakan ekologis.

“Perhatian kita tidak hanya tertuju pada bencana ekologis di Aceh, tetapi juga pada berbagai bencana ekologis yang terjadi di seluruh Indonesia,” jelasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER