Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaAcehAda-ada saja, Takut Disunat Pelajar SD Kabur dari Poliklinik

Ada-ada saja, Takut Disunat Pelajar SD Kabur dari Poliklinik

Singkil (Waspada Aceh) – Saat hendak disunat oleh dokter Puskesmas Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Sabtu (28/12/2019), seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) menangis ketakutan dan kabur dari ruang poliklinik.

Ada pula, seorang anak lainnya, terlihat pucat pasi dan nyaris pingsan usai disunat. Bocah ini segera diberi minum teh hangat, dan terlihat kembali sedikit bugar dan dibawa pulang oleh orang tuanya.

Peserta sunat nomor urut 6 itu, sejak awal menangis dan tidak mau disunat karena takut. Bocah ini langsung turun dari tempat tidur, dan lari keluar ruang poliklinik. Meski sebelumnya sudah dibujuk ibu-ibu untuk kembali naik ke tempat tidur, pelajar ini tetap menolaknya.

Bocah ini memang terlihat sendiri tanpa ada yang mendampingi. Sebelumnya dia mengaku hanya diantar oleh Opung (kakek), namun tidak tau apakah opungnya sudah pulang atau masih berada di lokasi itu.

Bupati Dulmusrid yang hadir di situ, langsung memegang kepala Fat, pelajar ini. Melihat kondisi anak tersebut sedang ketakutan dan menangis, bupati berusaha menenangkannya. Untuk menenangkan dan memberi semangat kepada Fat, bupati mengajaknya berdoa.

Usai dibujuk bupati, Fat pun langsung meminta disunat, dan mengaku sudah berani naik ke tempat tidur. Bupati Dulmusrid berbincang dengan Fat sambil bercanda.
Setelah disunat, Fat terlihat tersenyum sambil memegang bingkisan dan nasi kotak yang diberikan panitia sunat masal dari Ikatan Persaudaraan Muslim Socfindo (IPMS).

“Udah disunat om, tidak sakit kok,” katanya kepada Waspadaaceh.com, di ruang tunggu Poliklinik.

Sunat masal tersebut dilaksanakan IPMS bersama PT Socfindo Kebun Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah. Kegiatan sunat masal diawali tepung tawar serta penyerahan bingkisan dan pengarakan 85 anak-anak yang akan disunat, sambil memukul gendang bersamaan dan berjalan kaki dari Masjid Al Mukhlishin menuju Poliklinik PT Socfindo.

Selain Bupati Dulmusrid, tampak juga mengikuti acara ini Camat Gunung Meriah Johan Fahmi, Danramil 03/gumer Kapten Inf Dahlius, Danramil 04/ Simpang Kanan Kapten Inf Aspimal serta mewakili Kapolres Aceh Singkil.

Bupati Dulmusrid berharap agar sunat masal tersebut dapat menambah semangat dan memotivasi orang-orang yang mampu lainnya. Sehingga tidak hanya pihak perusahaan yang membantu orang yang membutuhkan.

“Ini sebagai barter perusahaan, kepedulian perusahaan untuk masyarakat di sekitar melalui dana CSR nya,” ucap Dulmusrid.

Asissten Kepala (Askep) PT Socfindo, H.Abdul Wahab Daulay mengatakan, sunat masal merupakan agenda penutupan akhir tahun IPMS dan PT Socfindo. Target sunat masal sebanyak 62 orang, untuk anak-anak kurang mampu, yatim piatu maupun anak-anak karyawan.

Namun ternyata banyak anak-anak lain yang terpanggil dan berani untuk mengikuti sunat dan langsung mendaftarkan diri hari ini. “Sekarang sudah ada 85 orang, bisa jadi seperti tahun lalu, tiba-tiba mencapai 100 orang, ya tetap kami layani. Sebab ini untuk umum juga semua bisa ikut,” ucap Daulay. (Arief)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER