Rabu, Mei 29, 2024
Google search engine
BerandaAcehAbrasi Meureudu-Ulim Semakin Parah, Pemuda Aceh Desak Pemerintah Bangun Tanggul

Abrasi Meureudu-Ulim Semakin Parah, Pemuda Aceh Desak Pemerintah Bangun Tanggul

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Abrasi Laut di wilayah Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya Semakin Parah, Pemuda Aceh Reformasi (PAR) mendesak Pemerintah setempat segera bangun tanggul laut untuk mencegah abrasi pemukiman warga.

Ketua PAR, Farras, kepada Waspadaaceh.com, Minggu (17/12/2023) mengatakan bahwa abrasi laut sepanjang tiga kilometer lebih telah menggerus pemukiman warga. Karena itu, masyarakat sangat berharap pemerintah setempat segera menindaklanjuti pembangunan batu penahan ombak guna menyelamatkan areal kebun, tambak serta perumahan warga yang berada di bibir pantai.

“Kelima gampong yang menjadi sasaran abrasi yaitu Grong-grong Capa, Geulanggang, Tijien Husen,Tijien Daboh dan Bueng,” sebut Farras mengutip keterangan warga setempat.


Ia merincikan aset gampong yang kini terus digerus air laut terutama saat air pasang tinggi yaitu, berupa rumah, kebun dan areal tambak.

“Kondisi Kuala Ulim yang semakin dangkal serta muara yang melengkung menyebabkan penyempitan arus, sehingga menambah gesekan gerusan air serta memudahkan luapan air ke pemukiman warga, untuk itu diperlukan pelurusan pangkal mulut kuala,” ujar Farras.

Ia menjelaskan bahwa persoalan ini telah berulang kali disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten.

“Mungkin sudah puluhan kali usulan itu disampaikan tapi tidak ada tanggapan dari Bupati Pidie Jaya. Sementara dampak dari abrasi yang telah berlangsung selama belasan tahun pasca bencana tsunami telah menghancurkan berbagai aset masyarakat,” ujar Farras.

Ia berharap pemerintah dan anggota DPR yang saat ini masih menjabat, agar peduli terhadap penderita warga tersebut dengan mengalokasikan anggaran dari APBN dan APBA, supaya program ini bisa di lanjutkan kembali.

“Tolong perhatikan wilayah Pidie Jaya, khususnya Kecamatan Ulim yang puluhan rumah, tambak dan tanah warga sudah diambil oleh ombak karena abrasi pantai,” tambah Farras yang juga calon anggota DPRK dari Partai SIRA tersebut.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tanggul pantai tersebut akan terasa berat kalau hanya mengandalkan dana dari APBA atau APBK, sehingga perlu didukung anggaran dari APBN. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER