Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengakui hingga saat ini masih terdapat pengungsi yang belum tertangani sepenuhnya pascabanjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.
Hal itu disampaikan Safrizal dalam pemaparan progres pemulihan saat media gathering Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh yang berlangsung di The Pade Hotel, Selasa (7/4/2026).
“Masih ada pengungsi, dan datanya terus bergerak. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, penanganan tidak akan kita hentikan,” kata Safrizal.
Ia menjelaskan, pembangunan hunian sementara (huntara) secara umum sudah mendekati 100 persen jika dibandingkan dengan data awal pengungsi.
Namun, di lapangan masih ditemukan kebutuhan tambahan, baik dari warga yang baru terdata maupun pengajuan dari pemerintah daerah.
Menurut Safrizal, pemerintah tetap membuka ruang penambahan huntara selama warga memenuhi kriteria sebagai korban terdampak, seperti rumah rusak berat atau hilang.
“Sepanjang masih ada yang berhak dan membutuhkan, akan tetap kita penuhi. Tidak mungkin kita tutup,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya validasi data agar bantuan tepat sasaran. Proses pendataan dilakukan secara berlapis untuk menghindari kesalahan yang dapat merugikan masyarakat maupun aparat.
Safrizal juga menegaskan bahwa saat ini penanganan masih berada pada tahap darurat dan transisi, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian sementara, air bersih, listrik, serta perbaikan infrastruktur yang terdampak.
Sementara itu, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen masih menunggu pengesahan rencana induk oleh pemerintah pusat. Rencana tersebut nantinya akan menjadi pedoman pelaksanaan pemulihan dalam beberapa tahun ke depan.
“Prinsip kita cepat, tapi tetap hati-hati. Yang terpenting, hak masyarakat terdampak harus terpenuhi,” kata Safrizal. (*)



