Bener Meriah (Waspada Aceh) – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyoroti lambannya penanganan kerusakan ruas Jalan Takengon–Krueng Geukeuh (eks Jalan KKA) dan Jalan Takengon–Bireuen yang hingga kini belum diperbaiki maksimal pascabanjir dan longsor beberapa bulan lalu.
Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi jalan tersebut membahayakan pengguna karena banyak titik longsor dan badan jalan amblas.
“Jalan KKA ini urat nadi utama masyarakat Gayo. Tapi sampai hari ini penanganannya terkesan lamban. Kita pertanyakan keseriusan PUPR Aceh begitu juga dengan jalan Takengon-Bireuen,” kata Dahlan kepada Waspadaaceh.com, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, alat berat yang siaga di sepanjang jalur tersebut masih sangat minim, padahal kondisi tanah masih labil dan rawan longsor susulan saat hujan.
“Coba cek langsung ke lapangan, berapa alat berat yang siaga di jalur KKA dan Takengon-Bireuen? Jangan sampai masyarakat dipaksa bertaruh nyawa setiap kali melintas,” ujarnya.
Dahlan mengatakan Jalan Takengon–Krueng Geukeuh dan Jalan Takengon–Bireuen merupakan jalur vital distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari dataran tinggi Gayo ke wilayah pesisir seperti Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara hingga Sumatera Utara.
Akibat kerusakan jalan yang berlarut, distribusi barang terganggu dan biaya logistik meningkat. Dampaknya, harga kebutuhan pokok di wilayah Gayo ikut naik.
“Selama jalan ini tidak diperbaiki secara permanen, maka inflasi di Gayo akan tetap tinggi. Harga barang naik karena distribusi terhambat. Ini dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyebut di beberapa titik jalur KKA, badan jalan bahkan hilang total dan hanya bisa dilalui terbatas. Kondisi ini rawan kecelakaan dan berpotensi melumpuhkan akses jika terjadi longsor susulan.
YARA mendesak Pemerintah Aceh melalui PUPR, pemerintah kabupaten terkait, serta pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera agar segera turun tangan mempercepat rehabilitasi permanen.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Jalan ini menyangkut keselamatan dan ekonomi masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata,” kata Dahlan.
Sebelumnya, dua kendaraan dilaporkan masuk jurang di jalan eks KKA Kabupaten Bener Meriah akibat kondisi jalan rusak dan tanjakan berat.
Hingga menjelang Idul Fitri, kondisi jalan lintas tersebut masih memprihatinkan meski banjir dan longsor terjadi hampir tiga bulan lalu sejak November 2025. Warga juga menyebut kecelakaan tunggal kerap terjadi di jalur tersebut dalam beberapa bulan terakhir. (*)



