BerandaBeritaRudal Balistik Iran Bidik Pangkalan Diego Garcia Milik Inggris yang Digunakan AS

Rudal Balistik Iran Bidik Pangkalan Diego Garcia Milik Inggris yang Digunakan AS

Teheran (Waspada Aceh) – Sebuah laporan dari Al Jazeera mengungkapkan bahwa Iran telah meluncurkan serangan menggunakan dua rudal balistik ke pangkalan militer Inggris yang juga digunakan oleh Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, yang terletak di tengah-tengah Samudra Hindia pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat.

Laporan ini mengutip kantor berita Iran, Mehr, yang memuat informasi mengenai serangan tersebut namun belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai detail operasi, dampak serangan, maupun alasan di balik tindakan tersebut.

Pulau Diego Garcia merupakan bagian dari gugus Kepulauan Chagos, dan jarak dari Teheran, ibu kota Iran, ke pangkalan militer ini diketahui melebihi 5.000 kilometer.

Fakta mengenai jarak ini menjadi poin penting mengingat kemampuan jangkauan rudal yang digunakan dalam serangan tersebut. Hal itu menunjukkan peningkatan kemampuan jelajah rudal Iran yang cukup signifikan, di luar perkiraan musuhnya.

Pada Minggu, 22 Maret 2026, Kepala Militer Israel Eyal Zamir seperti dikutip Reuters memberikan pernyataan lebih rinci mengenai insiden ini.

Menurut Zamir, “Iran meluncurkan dua rudal balistik dengan jangkauan 4.000 kilometer ke pangkalan militer AS-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia.”

Militer Israel menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya Iran menggunakan rudal jarak jauh. Tindakan ini dianggap sebagai tanda ekspansi pertama Iran di luar wilayah Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melakukan serangan terhadap Iran pada tanggal 28 Februari lalu.

Hal ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika ketegangan yang selama ini berlangsung, yang sebelumnya terpusat di wilayah Timur Tengah.

Selain itu, Zamir juga menekankan implikasi luas dari kemampuan rudal yang digunakan Iran. “Rudal ini tidak ditujukan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai Ibukota Eropa, Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung,” ujar Zamir dalam pernyataannya.

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai dampak ketegangan yang meluas tidak hanya ke wilayah Timur Tengah, tetapi juga ke benua Eropa, yang dapat mempengaruhi stabilitas keamanan global.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat, Inggris, maupun Iran mengenai rincian lebih lanjut serangan ini, termasuk apakah ada kerusakan atau korban yang diakibatkan oleh serangan rudal tersebut. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER