BerandaAcehBPMA Imbau Warga Aceh Tidak Panic Buying BBM Selama Ramadhan

BPMA Imbau Warga Aceh Tidak Panic Buying BBM Selama Ramadhan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, mengimbau masyarakat di Aceh agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Nasri memastikan pasokan energi untuk masyarakat Aceh berada dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan.

“Pasokan energi untuk masyarakat Aceh dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” kata Nasri Djalal, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, BPMA bersama para pemangku kepentingan sektor energi, termasuk Pertamina, terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pasokan di wilayah Aceh selama periode peningkatan konsumsi energi pada Ramadhan dan Idulfitri.

Langkah tersebut antara lain penambahan cadangan stok (build up stock), penguatan sarana distribusi, serta koordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait.

“Kami memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Nasri juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan. Ia menegaskan pembelian secara berlebihan justru berpotensi mengganggu sistem distribusi yang telah diatur.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan penimbunan BBM maupun LPG karena melanggar ketentuan yang berlaku dan dapat dikenai sanksi hukum.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya memastikan ketersediaan energi nasional masih dalam kondisi aman.

“Standar minimal ketersediaan kita itu di atas 20 hari. Saat ini stok minyak kita sekitar 23 hari, sehingga masih dalam kondisi aman. Jadi tidak perlu ada panic buying, suplai tetap lancar,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan minyak yang diimpor Indonesia dari kawasan Timur Tengah sebagian besar berupa minyak mentah dengan porsi sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan nasional. Sistem pasokan energi nasional dipastikan tetap berjalan normal dan tidak mengganggu distribusi BBM kepada masyarakat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER