Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaAcehBelajar di Tengah Keterbatasan, Siswa SD Geulanggang Meurak Tetap Sekolah Pascabanjir

Belajar di Tengah Keterbatasan, Siswa SD Geulanggang Meurak Tetap Sekolah Pascabanjir

Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Proses belajar mengajar di SD Negeri Geulanggang Meurak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, masih berlangsung dalam keterbatasan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Hingga Kamis (8/1/2026), sejumlah persoalan mendasar belum sepenuhnya teratasi, namun tidak menyurutkan semangat siswa untuk tetap bersekolah.

Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir seluruh siswa datang ke sekolah mengenakan pakaian bebas. Seragam sekolah mereka rusak bahkan hanyut saat banjir, dan hingga kini belum ada penggantian.

“Kami masih fokus agar anak-anak tetap bisa belajar meski serba terbatas. Seragam sekolah siswa sudah tidak ada lagi,” ujar salah seorang guru SDN Geulanggang Meurak, Abi Wahid.

Selain persoalan seragam, keterbatasan sarana belajar juga menjadi kendala utama. Proses pembelajaran sementara dilaksanakan hanya dalam satu ruangan.

Sebagian besar siswa terpaksa duduk di lantai karena banyak meja dan kursi rusak serta tidak dapat digunakan akibat terendam lumpur banjir.

Dalam kondisi tersebut, pihak sekolah memprioritaskan pemulihan psikologis siswa melalui kegiatan trauma healing. Guru berupaya menciptakan suasana belajar yang aman dan menenangkan, meskipun fasilitas belum memadai.

“Kami melaksanakan pembelajaran sekaligus trauma healing, karena anak-anak masih terdampak secara psikologis,” kata Abi Wahid.

Sementara itu, sisa lumpur banjir masih terlihat di sejumlah sudut sekolah. Proses pembersihan terkendala minimnya peralatan serta kondisi cuaca. Hujan yang kembali turun membuat halaman sekolah semakin becek dan memperberat upaya pembersihan.

“Lumpur yang mengeras sulit dibersihkan. Kami masih membutuhkan tambahan peralatan kebersihan,” jelas Abi.

Abi juga menyampaikan bahwa mulai hari ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah masuk ke sekolah pascabencana banjir. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemulihan aktivitas belajar siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan pemerintah akan terus memberikan dukungan berkelanjutan agar sekolah dapat kembali berfungsi secara layak dan bermartabat.
“Kami berupaya memberikan perhatian yang lebih konkret agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam situasi darurat,” ujarnya.

Murthalamuddin juga mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap menjalankan proses pembelajaran di tengah keterbatasan.

“Kami sangat bangga melihat para guru di SDN Geulanggang Meurak. Keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan proses belajar mengajar,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER