Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sebanyak 24 pelaku usaha jasa keuangan memeriahkan kegiatan Syariah Financial Fair (Syafif) Goes to Aceh yang dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berlangsung 9 hingga 11 Oktober 2026.
Kegiatan digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengusung tema Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik mewakili Gubernur Aceh di Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).
Pembukaan dihadiri Direktur Inklusi Otoritas Jasa Keuangan (OJK, Andi Muhammad Yusuf, Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Lem Faisal, Rektor Universitas Syiah Kuala Mirza Tabrani, serta sejumlah pejabat lainnya.
Gubernur Aceh mengatakan Pemerintah Aceh mengapresiasi OJK dan seluruh pelaku industri jasa keuangan yang telah membawa pameran jasa keuangan syariah tersebut ke Bumi Serambi Mekah.
“Penguatan ekonomi syariah memiliki arti strategis bagi Aceh. Karena itu, pengembangan keuangan syariah perlu diarahkan agar tidak hanya memperkuat sistem keuangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Gubernur berharap melalui Syafif Goes to Aceh tersebut semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses permodalan, sehingga mampu mengembangkan usahanya, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat perekonomian daerah.
“Pemerintah Aceh terus memperkuat sinergi pemerintah daerah, OJK, perbankan syariah, dan pelaku usaha untuk mewujudkan akses keuangan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Direktur Inklusi OJK Andi Muhammad Yusuf berterima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Aceh, OJK Aceh, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung pelaksanaan Syafif Goes to Aceh.
“Pengembangan industri jasa keuangan syariah membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar sistem keuangan dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” sebut dia.
Sementara itu, Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga mengatakan penyelenggaraan SYAFIF merupakan bagian dari upaya mendekatkan industri jasa keuangan kepada masyarakat.
“Kehadiran puluhan pelaku usaha jasa keuangan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk dan layanan keuangan syariah, mulai dari perbankan, pembiayaan, hingga layanan keuangan lainnya,” kata Daddi.
Menurutnya, Syafif Goes to Aceh diharapkan memperkuat sinergi antara pelaku industri jasa keuangan dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelaksanaan kegiatan di ruang publik, seperti halaman Masjid Raya Baiturrahman, merupakan langkah untuk menghadirkan OJK dan industri jasa keuangan lebih dekat dengan masyarakat,” ungkap dia.
Syafif Goes to Aceh menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Aceh, yang memiliki kekhususan dalam penerapan prinsip-prinsip syariat Islam.
Dengan keterlibatan 24 pelaku usaha jasa keuangan, ajang ini diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi mengenai produk keuangan syariah serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
“Keberhasilan program inklusi keuangan tidak hanya diukur dari terselenggaranya berbagai kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana akses terhadap layanan keuangan semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar dia. (*)



