Banda Aceh (Waspada Aceh) – Harga emas perhiasan di Banda Aceh masih bertahan di kisaran Rp7.500.000 per mayam atau setara 3,3 gram dalam beberapa bulan terakhir. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan.
Roby, pemilik Toko Emas Paris di kawasan belakang Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mengatakan harga emas lokal masih relatif stabil, meski tetap mengikuti perkembangan harga pasar dunia.
“Harganya masih berkisar Rp7,5 juta per mayam dalam dua bulan terakhir. Itu belum termasuk ongkos pembuatan,” kata Roby, Jumat (9/10/2026).
Menurut Roby, pergerakan harga emas global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga emas di tingkat lokal. Karena itu, harga emas masih berpotensi mengalami perubahan mengikuti kondisi pasar.
Berdasarkan catatan Waspadaaceh.com, harga emas di Banda Aceh sempat menyentuh Rp10 juta per mayam pada 29 Januari 2026. Sementara itu, pantauan sepanjang Juli hingga September 2026 menunjukkan harga emas berada di kisaran Rp7,5 juta per mayam.
Untuk emas batangan, harga juga bervariasi berdasarkan jenis dan merek. Masyarakat yang hendak membeli emas disarankan memeriksa harga terbaru di toko sebelum bertransaksi.
Selain harga dasar emas, pembeli perlu memperhitungkan ongkos pembuatan perhiasan. Adapun bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas, harga pembelian kembali dapat berbeda dari harga jual emas baru. (*)



