BerandaAcehUbah Sampah Jadi Energi, Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026

Ubah Sampah Jadi Energi, Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026

Banda Aceh (Waspada Aceh) – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit bisnis pengelolaan limbah, Nathabumi, meraih ASEAN Energy Awards 2026 kategori Emerging Low Carbon Technologies atas inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF) berbasis biodrying di Cilacap, Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut diberikan pada malam penganugerahan ASEAN Energy Awards 2026 di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026). Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, H.E. Nguyen Viet Son, kepada Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono.

Inovasi yang mengantarkan Solusi Bangun Indonesia meraih penghargaan tersebut bertajuk “Biodrying-based Refuse-Derived Fuel (RDF) for Cement Co-Processing in Cilacap Plant”.

ASEAN Energy Awards merupakan penghargaan tingkat regional ASEAN bagi proyek, organisasi, dan individu yang berkontribusi terhadap inovasi energi bersih dan transisi energi di kawasan Asia Tenggara.

Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan ke-44 Menteri Energi ASEAN (44th ASEAN Ministers on Energy Meeting/AMEM) dan Forum Bisnis Energi ASEAN ke-26 (26th ASEAN Energy Business Forum).

Kegiatan itu dihadiri para menteri dan pejabat senior bidang energi negara-negara ASEAN, pimpinan industri, investor, akademisi, serta pemangku kepentingan sektor energi.

Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan fasilitas RDF pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilacap.

“Pengakuan di tingkat ASEAN ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi dekarbonisasi industri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Edi.

RDF Olah 203 Ribu Ton Sampah

Implementasi RDF di Cilacap mengolah sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi biodrying. Bahan bakar yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan dalam proses produksi semen untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Sepanjang 2020–2025, fasilitas tersebut telah mengolah lebih dari 203 ribu ton sampah menjadi sekitar 93 ribu ton RDF. Pemanfaatan bahan bakar alternatif itu menggantikan sekitar 103 ribu ton batu bara dan mengurangi lebih dari 24 ribu ton emisi karbon dioksida (CO₂) dari substitusi bahan bakar fosil.

Menurut Edi, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular dan upaya menekan emisi karbon di sektor industri.

Ke depan, Solusi Bangun Indonesia akan mendorong replikasi model bisnis pengelolaan RDF dan memperluas pemanfaatannya ke wilayah lain.

“Kami berharap pendekatan ini dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi pengelolaan sampah dan transformasi industri yang lebih berkelanjutan,” tutup Edi. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER