Banda Aceh (Waspada Aceh) – Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansah Sekedang meninggal dunia di Jakarta, Minggu (20/9/2026) pagi.
Putra Aceh Tenggara itu mengembuskan napas terakhir dalam usia 56 tahun. Jenazah Jarwansah selanjutnya akan diterbangkan ke Aceh untuk dimakamkan di kampung halamannya, Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.
Kabar duka tersebut disampaikan BNPB melalui pernyataan resmi. Keluarga besar BNPB menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jarwansah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pejabat yang banyak berkecimpung dalam penanganan kebencanaan, khususnya rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Beliau adalah sosok yang dikenal berintegritas, pekerja keras, dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian kemanusiaan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di seluruh pelosok negeri,” tulis BNPB dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi @bnpb_indonesia.
BNPB juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Jarwansah selama menjalankan tugas. Lembaga tersebut mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Terima kasih atas segala darma bakti dan pengabdian Bapak. Jejak kebaikan Bapak akan selalu kami kenang,” tulis BNPB.
Berawal dari Guru
Jarwansah lahir di Banda Aceh pada 30 Agustus 1970. Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 pada FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, ia diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pada 2001.
Kariernya di pemerintahan bermula sebagai guru di SMEA Negeri Kutacane, Aceh Tenggara. Setelah itu, Jarwansah dipercaya bergabung dalam birokrasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Kariernya kemudian berkembang hingga ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Bappeda Aceh Tenggara pada 2007-2012.
Pengalaman memimpin di tingkat kabupaten membawanya ke tingkat Provinsi Aceh. Pada akhir 2012, Jarwansah dimutasi ke Pemerintah Aceh dan dipercaya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Pengabdiannya di bidang kebencanaan kemudian berlanjut di tingkat nasional. Jarwansah mendapat kesempatan berkarier di BNPB di Jakarta dan dipercaya menjabat Kepala Subdirektorat Bantuan Kesehatan dan Air Bersih.
Kariernya di BNPB terus berkembang hingga akhirnya ia dipercaya sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Dalam posisi tersebut, Jarwansah turut menjalankan tugas dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.
Kepergian Jarwansah meninggalkan duka bagi keluarga, kolega, serta lingkungan kerja BNPB. Jenazahnya dijadwalkan dibawa pulang ke Aceh untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Aceh Tenggara. (*)



