BerandaAcehHasyim Djojohadikusumo Siap Kawal Renovasi Gedung Dewan Pers ke Menkomdigi

Hasyim Djojohadikusumo Siap Kawal Renovasi Gedung Dewan Pers ke Menkomdigi

Jakarta (Waspada Aceh) – Pengusaha sekaligus penasihat ekonomi Presiden RI, Hasyim S. Djojohadikusumo, menyatakan siap mengawal usulan renovasi Gedung Dewan Pers kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, dalam kegiatan pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.

Hasyim merespons positif usulan tersebut. Ia menilai kondisi Gedung Dewan Pers perlu mendapat perhatian agar lebih representatif dalam menunjang aktivitas insan pers dan konstituen Dewan Pers.

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan berdialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir. Firdaus sebelumnya menyampaikan bahwa Gedung Dewan Pers merupakan episentrum sekaligus kawah candradimuka pers Indonesia. Namun, menurut dia, kondisi gedung saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh konstituen Dewan Pers.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas. Segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodasi. Jadi mereka (konstituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujar Firdaus.

Newsroom Jaga Desa

Selain membahas kondisi Gedung Dewan Pers, kegiatan tersebut juga ditandai dengan pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang digagas SMSI. Program ini merupakan salah satu langkah strategis SMSI sebagai salah satu konstituen Dewan Pers dalam mendorong perhatian terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat desa.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen SMSI dalam merawat desa sebagai bagian dari upaya merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Kegiatan tersebut digelar di tengah hiruk-pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi aksi demonstrasi yang dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas. Kehadiran Hasyim sekaligus menjadi penegasan bahwa kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif.

“Saya percaya SMSI. Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena itu saya datang,” ujar Hasyim.

Menurut adik kandung Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa juga menjadi kesempatan untuk menginformasikan kondisi Jakarta kepada publik.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata bahwa di sini (Jakarta) aman dan kondusif. Selamat SMSI. Ini kegiatan positif dan sangat bagus,” katanya.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa berlangsung meriah namun tetap khidmat. Kegiatan tersebut melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Namun, dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” kata Firdaus.

Pers Harus Sajikan Informasi Utuh

Hasyim yang dikenal sebagai pengusaha di berbagai sektor tersebut mengatakan SMSI ke depan memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegas Hasyim.

Putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu secara khusus menyoroti fenomena penyampaian informasi yang lepas dari konteks. Menurut dia, informasi yang tidak utuh berpotensi mendistorsi kebijakan yang tengah menjadi prioritas pemerintah.

Terkait persoalan tersebut, Hasyim mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengagendakan dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hasil dialog tersebut nantinya akan menjadi masukan, koreksi, dan rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari seratus peserta dan undangan tersebut ditutup dengan dialog nasional. Dialog menghadirkan Prof. Achmad Riyad, Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung menarik dengan berbagai tanggapan kritis dari peserta. Acara tersebut dipandu Prof. Albertus Wahyu Rudhanto, MC, guru besar dari PTIK. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER