Wisatawan luar daerah yang tidak memiliki kenalan lokal akan merasa teralienasi sebelum mereka sempat berangkat ke Pulau Banyak.
Oleh: Cahyo Pramono
Selama bertahun-tahun, kunjungan ke Pulau Banyak seolah-olah menjadi hak eksklusif mereka yang memiliki relasi di Aceh Singkil. Fenomena ini adalah sebuah jebakan informasi yang membatasi pertumbuhan pariwisata Pulau Banyak hanya pada lingkaran sosial terdekat.
Berdasarkan data survei, ketergantungan pariwisata Pulau Banyak pada jalur informal sangat mengkhawatirkan. Sebanyak 45,6 % wisatawan aktual yang sudah pernah berkunjung ke sana mendapatkan informasi awal dari kenalan atau kerabat yang tinggal di Singkil atau Pulau Banyak. Hanya 19,6 % yang datang secara mandiri bermodalkan riset di internet.

Di sisi lain, bagi calon wisatawan yang belum pernah berkunjung, hampir setengahnya (49.6%) mengaku baru mengetahui keberadaan pulau ini karena menerima kuesioner survei. Sementara itu, hanya 23.4% dari mereka yang memiliki kenalan di daerah Singkil atau Pulau Banyak.
Artinya apa? Jika seorang pelancong mandiri dari Jakarta, Bandung, Medan atau Banda Aceh tertarik berwisata bahari namun tidak memiliki teman lokal di Singkil, kemungkinan besar mereka akan membatalkan niat ke Pulau Banyak.
Itu terjadi karena sulitnya mengakses panduan perjalanan mandiri secara resmi. Mereka akan beralih ke destinasi lain yang informasinya lebih terbuka, misalnya Sabang.
Ketergantungan ekstrem pada jaringan informal ini membatasi skala pariwisata Pulau Banyak. Wisatawan luar daerah yang tidak memiliki kenalan lokal akan merasa teralienasi sebelum mereka sempat berangkat ke Pulau Banyak.
Aksi Promosi Konstruktif
Pelaku usaha pariwisata lokal dan Pemkab Singkil harus segera membangun Digital Information Hub yang resmi dan independen. Informasi mengenai jadwal kapal feri/speedboat, estimasi biaya perjalanan darat dari Medan, daftar penginapan yang tervalidasi, serta kontak pemandu lokal harus dapat diakses secara mandiri dengan mudah di internet.
Memang kita seharusnya dapat mempermudah orang asing atau calon wisatawan untuk datang ke Pulau Banyak tanpa harus tergantung dengan meminta bantuan teman lokal. (*)
TULISAN TERKAIT: Pulau Banyak: Surga Indah yang Belum Akrab di Tingkat Nasional
- Cahyo Pramono, S.E., M.B.A, M.M., adalah peneliti mandiri dunia kepariwisataan dan praktisi kepariwisataan di samping sebagai Business Coach, tinggal di Medan.



