Sabang (Waspada Aceh) – Kelistrikan di Wilayah Aceh akan semakin handal dan surplus, atas kepemimpinan Eddi Saputra, GM PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh. Putra asli Bireuen, Aceh ini meyakini kehandalan tersebut akan semakin kuat berkat peran serta media massa.
Eddi Saputra hadir dalam kegiatan Media Gathering bersama puluhan wartawan dan berbagai organisasi pers, di Mata Ie Resort, Sabang, Kamis (20/8/2026). Eddi hadir didampingi Senior Manager (SM) Perencenaaan Riki Yakop, (SM) Keuangan, Komunikasi dan Umum Nurlana dan SM Distribusi.
Eddi menyampaikan bagaimana penguatan peran masing-masing antara PLN dengan mitra kerja, salah satunya media massa dan wartawan dalam bersinergi untuk kehandalan kelistrikan Aceh. Eddi pun secara terbuka menjawab semua pertanyaan wartawan.
Eddi menyampaikan apresiasi kepada wartawan yang selama ini telah menjadi mitra dalam pembangunan kelistrikan di Aceh. Apalagi, pada saat masa bencana pada akhir tahun 2025 lalu, dimana berdampak besar pada kelistrikan Aceh.
“Ketika bencana, kami tidak perlu mempublikasikan bagaimana kerja tim di lapangan untuk tanggap dan responsif, serta cepat agar kelistrikan kembali normal meski dengan kondisi yang sangat terbatas. Kami tidak perlu publikasikan, tapi wartawan sendiri melalui kamera miliknya mengabadikan sendiri proses itu. Inilah yang saya katakan, luar biasa sinergi peran PLN dan wartawan,” kata Eddi.
Usai memberikan sambutan dan arahannya dalam kegiatan tersebut. Eddi kemudian menerangkan rencana bagaimana pembangunan transmisi Tapaktuan ke Subussalam.
“Dan misalnya ada gangguan di sisi penyaluran satu lagi, kita akan bisa disuplai dari backbone tadi. Kemudian juga kita sedang akan membangun jaringan transmisi kita dari Tapaktuan ke Subulussalam. Karena saat ini dari Subulussalam ke Sigli, nantinya bisa terkoneksi ke Sumatra bagian utara, sehingga nantinya kita mempunyai dua sistem penyaluran dari barat, dari selatan, dan timur,” ujar Eddi.
“Sehingga keandalan di Provinsi Aceh ini akan semakin bagus. Untuk jaringan 275, untuk pembebasan lahannya sudah selesai semua dan nantinya akan dilakukan pembangunan jaringannya oleh teman-teman di Unit Induk Pembangunan Sumatra Bagian Utara, dan Insyaallah akan dikerjakan di tahun ini,” tambahnya lagi.
Untuk Subulussalam ke Tapaktuan, di tahun ini juga akan mulai pembebasan lahan di sana dan akan segera direalisasikan. “Untuk di Sigli ke Pangkalan Brandan, estimasinya akan selesai dalam 1 tahun, 2 tahun ini. Mohon doanya supaya tidak ada kendala,” tuturnya.
“Dan di tahun ini kita juga akan masuk PLTA Peusangan, 80 MW. Masuknya 80 MW ini akan semakin memperkuat sistem pembangkitan di Aceh, sehingga kita akan bertambah surplus kita menjadi sekitar 600 sampai 700 MW,” ungkapnya.
Menjamin Investor dan Industri Masuk ke Aceh
“Sehingga mohon dukungan dari teman-teman investor di luar, mari sama-sama kita masuk ke Aceh, membangun ekonomi di masyarakat di Aceh, dan kami PLN siap untuk melayani kebutuhan energi teman-teman yang akan melakukan investasi di Aceh. Terima kasih,” urainya.
Untuk itu, dengan adanya tambahan jaringan transmisi dari Sigli ke Pangkalan Brandan, kita mempunyai alternatif jaringan 275 kV, sehingga semakin andal dan bisa meyakinkan para teman-teman investor untuk investasi di Aceh. Tidak ada yang perlu dikhawatirlan lagi terkait dengan ketersediaan energi di Aceh.
“Otomatis dengan banyaknya semakin investor yang masuk, itu akan menambah kekuatan ekonomi masyarakat di sini, dan Insya Allah masyarakat Aceh bisa meningkat ekonominya ke depan,” tegasnya. (*)



