Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Aceh beraudiensi dengan Ketua TP-PKK Aceh, Marlina Muzakir, di kediamannya, Senin (10/8/2026).
Rombongan dipimpin Ketua SMSI Aceh Aldin NL, didampingi Bendahara Sulaiman, Wakil Ketua Muhammad Hamzah dan Muhammad Saman.
Dalam pertemuan tersebut, Aldin menjelaskan SMSI sebagai organisasi perusahaan media siber dan konstituen Dewan Pers. SMSI saat ini menaungi lebih dari 3.000 perusahaan media di Indonesia, termasuk lebih dari 40 perusahaan media di Aceh.
Audiensi turut membahas peran media dalam mengawal persoalan masyarakat, khususnya keluarga terdampak bencana. Menurut Aldin, hal tersebut memiliki keterkaitan dengan kerja TP-PKK yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
“Media tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga perlu mengawal proses pemulihan. Kondisi masyarakat dan kebutuhan mereka harus terus menjadi perhatian,” ujar Aldin.
Marlina dalam kesempatan itu menceritakan pengalamannya saat turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak bencana. Ia mengatakan, pengalaman di lapangan membuatnya melihat sendiri bagaimana perempuan, anak-anak dan keluarga menghadapi situasi sulit setelah bencana.

Saat banjir besar melanda Aceh pada November 2025, misalnya, Marlina bersama rombongan turun menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah. Dalam perjalanan kembali, rombongannya bahkan sempat terjebak banjir selama dua hari karena akses jalan terputus.
Kondisi tersebut membuatnya melihat langsung sulitnya situasi warga, terutama perempuan dan anak-anak yang membutuhkan bantuan.
Pengalaman tersebut kembali ia temui ketika mengunjungi Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, pada Juli 2026.
Delapan bulan setelah bencana, siswa SD Negeri Uning Mas masih menjalani kegiatan belajar di sekolah darurat.
Menurut Marlina, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan darurat, tetapi juga dukungan untuk memulihkan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kehidupan keluarga.
Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan kondisi tersebut kepada publik agar persoalan masyarakat tidak hilang dari perhatian.
Aldin mengatakan SMSI Aceh siap mendorong media anggotanya untuk terus memberitakan dan mengawal berbagai persoalan masyarakat secara faktual dan konstruktif.
Audiensi tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dan sinergi antara SMSI Aceh dan TP-PKK Aceh dalam menyampaikan informasi yang edukatif serta mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. (*)



