Aceh Besar (Waspada Aceh) – Sekitar 1.700 hektare lahan pertanian di Kabupaten Aceh Besar terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut telah melanda 19 dari 23 kecamatan di daerah itu dan dikhawatirkan berdampak pada produktivitas pertanian apabila berlangsung lebih lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, mengatakan wilayah yang mengalami dampak paling besar berada di Kecamatan Sukamakmur, Simpang Tiga, dan Lhoknga.
Selain itu, sejumlah desa di kecamatan lain juga mulai mengalami kekeringan, meski tidak merata.
“Total lahan yang terdampak lebih kurang 1.700 hektare. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Sukamakmur, Simpang Tiga, Lhoknga, serta beberapa desa lainnya, meski tidak dominan pada tingkat kecamatan,” kata Imam, Senin (3/8/2026).
Untuk menekan dampak kekeringan, Dinas Pertanian Aceh Besar berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) guna meminjam pompa air yang dapat dimanfaatkan petani. Selain itu, dinas juga bekerja sama dengan instansi pengelola sumber daya air untuk mengatur distribusi air ke lahan pertanian.
Menurut Imam, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar melalui pelaksanaan shalat istisqa di tingkat kecamatan.
“Kami juga berkoordinasi dengan setiap kecamatan untuk menggelar shalat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan,” ujarnya.
Imam menjelaskan, hingga kini belum ada bantuan khusus yang disalurkan kepada petani terdampak kekeringan. Namun, pemerintah daerah masih mengupayakan bantuan sementara berupa penyediaan pompa air melalui kerja sama dengan BWS dan instansi pengelola sumber daya air.
“Sambil penetapan status kedaruratan, nantinya akan diusulkan bantuan khusus apabila memang ada petani yang mengalami gagal panen. Harapannya, jerih payah petani masih bisa sedikit terbantu,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan terus mendampingi petani selama musim kemarau berlangsung. Menurut dia, penurunan debit air di sejumlah bendungan mulai memengaruhi distribusi air ke areal persawahan sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap hasil panen.
“Sesuai arahan bupati, kami terus berikhtiar sambil berdoa. Kami tetap hadir bersama petani. Kami memahami ada kekhawatiran hasil panen akan menurun akibat kekeringan, apalagi saat ini pengaruh musim kering membuat debit air di beberapa bendungan berkurang sehingga distribusi air ke sawah tidak berjalan dengan baik,” ujar Imam. (*)



