Bireuen (Waspada Aceh) – Komitmen Universitas Almuslim (Umuslim) dalam memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Melalui dukungan Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, tim PKM Umuslim mendampingi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklaksar) “Kamiikan” di Gampong Paya Meuneng dan Lapangan Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, dalam upaya membangkitkan kembali perekonomian pelaku UMKM yang terdampak banjir.
Program pendampingan yang berlangsung sejak akhir Juni hingga Juli 2026 ini dirancang secara terpadu dengan mengombinasikan inovasi produk, peningkatan kualitas pengemasan, penguatan manajemen usaha, serta digitalisasi pemasaran.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk olahan perikanan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan diawali pada 30 Juni 2026 melalui sosialisasi peningkatan nilai tambah olahan ikan bandeng. Pada tahap ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai diversifikasi produk, strategi pengembangan usaha, serta pentingnya inovasi dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.
Selanjutnya, pada 4 Juli 2026, tim PKM Umuslim menggelar pelatihan teknologi pengemasan dan penyimpanan produk frozen food dan fresh food perikanan.
Para peserta mempraktikkan penggunaan teknologi vacuum sealer untuk menghasilkan kemasan yang lebih higienis, memperpanjang masa simpan produk, menjaga kualitas rasa, serta meningkatkan standar keamanan pangan sehingga lebih siap bersaing di pasar modern.
Sebagai puncak kegiatan, pada 8 Juli 2026 diselenggarakan pelatihan Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital Produk Olahan Ikan. Dalam pelatihan ini, para pelaku UMKM dibekali kemampuan menyusun administrasi dan keuangan usaha secara lebih tertata, membangun identitas merek (branding), serta memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce sebagai sarana pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ketua Pelaksana PKM, Rossy Azhar, S.Kel., M.Si., mengatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga menjadi media implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki Universitas Almuslim kepada masyarakat.

“Melalui integrasi manajemen usaha, teknologi pengemasan vakum, dan pemasaran digital, kami ingin mendorong mitra agar mampu membangun usaha yang lebih profesional, memiliki produk berkualitas, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Program ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Almuslim untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Poklaksar Kamiikan, Ulya Khairuni, S.Pi., mengapresiasi pendampingan yang diberikan Tim PKM Universitas Almuslim.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari inovasi pengolahan hasil perikanan, teknik pengemasan yang higienis, strategi pemasaran digital, hingga penguatan aspek legalitas seperti sertifikasi halal.
“Bimbingan ini memberikan wawasan baru bagi kami. Kini kami memahami bagaimana menghasilkan produk yang lebih berkualitas, dikemas secara profesional, dan dipasarkan melalui media digital. Kami optimistis pengetahuan ini akan meningkatkan pendapatan kelompok sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor perikanan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Almuslim menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Pendampingan terhadap UMKM diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang lebih mandiri, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal pascabencana. (*)



