BerandaAcehInsiden Meledaknya Kapal Ferry Sabang-Banda, Korban Meninggal Bertambah

Insiden Meledaknya Kapal Ferry Sabang-Banda, Korban Meninggal Bertambah

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kabar duka kembali menyelimuti korban meledaknya Ruang Mesin Kapal Penyeberangan (Ferry) Aceh Hebat II, Rabu (1/7/2026) dini hari. Korban meninggal dunia ini menjadi korban ketiga dari 15 orang yang terluka bakar serius akibat insiden itu.

Korban meninggal ketiga diketahui bernama Muhammad Zulfikar, umur 19 tahun, Taruna Pelayaran Poltekpel MALAHAYATI. Korban meninggal dunia, Rabu (1/7/2026) dini hari pukul 01.00 WIB.

Informasi meninggalnya korban ini, diketahui melalui akun media sosial Instagram resmi milik Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh @poltekpelaceh.

**poltekpelaceh** *Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un* Keluarga Besar BPSDMP Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh:
Almarhum Muhammad Zulfikar,
Program DP.IV Pembentukan Jurusan Teknika, Angkatan XIII, Pada hari Rabu / 01 Juli 2026, pukul 01:00 WIB,” tulis informasi dalam akun tersebut.

“Semoga Almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan, Amin.

Seluruh dedikasi dan kenangan baik Almarhum selama menempuh pendidikan di kampus Poltekpel Malahayati akan selalu kami kenang.,” tulisnya lagi.

Pihak Dishub Aceh dan ASDP hingga kini belum memberikan keterangan mengenai korban luka bakar meninggal dunia ini. Hingga hari ini, sudah 3 korban tercatat meninggal dunia, yang merupakan taruna Poltekpel Malahayati Aceh.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh memastikan seluruh korban dalam insiden letupan pompa hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi pada Jumat, (12/6/2026) pagi, telah mendapatkan penanganan medis dan perawatan yang diperlukan. KMP Aceh Hebat adalah kapal penyeberangan rute Sabang-Banda Aceh (PP).

GM PT ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa seluruh biaya dan kebutuhan penanganan korban, termasuk mendatangkan pihak keluarga ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), ditanggung oleh PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator kapal Aceh Hebat 2. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER