BerandaAcehGETAR Aceh: Penunjukan Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Jawaban Atas Darurat Narkoba...

GETAR Aceh: Penunjukan Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Jawaban Atas Darurat Narkoba di Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Gerakan Titipan Rakyat (GETAR) Aceh menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menyusul ditetapkannya Brigjen Polisi Ruddi Setiawan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh yang baru.

Langkah strategis ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian sekaligus respons cepat dari pemerintah pusat terhadap kegelisahan mendalam masyarakat Serambi Mekkah yang selama ini dihadapkan pada maraknya peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.

Seperti diketahui, dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/1335/VI/KEP./2026, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah dimutasi ke jabatan Pati Polda Aceh dalam rangka pensiun.

Brigjen Ruddi Setiawan yang sebelumnya menjabat Kapuslitbang Polri kemudian ditunjuk untuk menduduki jabatan Kapolda Aceh.

Sekretaris Jenderal GETAR Aceh, Teuku Izin, dalam keterangan pers yang disampaikan pada Jumat (26/6/2026), menyatakan bahwa penunjukan sosok tersebut menjadi angin segar serta membuka harapan baru bagi masa depan generasi muda di Aceh.

“Kami melihat keputusan Kapolri ini sebagai jawaban atas jeritan hati rakyat Aceh. Peredaran narkoba di daerah kita telah meluas dan berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Kehadiran Kapolda yang baru ini kami yakini sebagai langkah tepat untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari ancaman yang merusak ini,” tegasnya.

Salah satu alasan utama dukungan tersebut adalah rekam jejak Brigjen Polisi Ruddi Setiawan yang teruji dan tidak diragukan lagi dalam bidang pemberantasan narkotika. Sepanjang perjalanan karirnya, ia dikenal memiliki komitmen tinggi tanpa kompromi, terbukti berhasil membongkar berbagai jaringan peredaran narkoba berskala besar di sejumlah wilayah Indonesia.

Selain itu, ia juga dipandang memiliki pemahaman yang baik mengenai karakteristik wilayah, sehingga mampu menyusun strategi matang dalam memetakan jalur-jalur rawan penyelundupan barang terlarang tersebut.

Gaya kepemimpinannya yang mengombinasikan pendekatan tegas sekaligus humanis juga menjadi nilai tambah. Dalam tugasnya, ia dikenal mampu menjalankan penegakan hukum secara agresif terhadap para bandar dan pengedar utama, namun tetap membangun sinergi yang erat dengan unsur masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Hal ini dinilai sangat cocok dengan kondisi Aceh yang membutuhkan pendekatan menyeluruh, bukan hanya penindasan semata.

Secara geografis, Aceh memiliki garis pantai yang sangat panjang dan wilayah perairan yang luas, kondisi yang kerap dimanfaatkan oleh sindikat narkoba lokal maupun internasional sebagai jalur masuk utama untuk mendistribusikan barang haram tersebut. Oleh karena itu, GETAR Aceh berharap di bawah kepemimpinan Brigjen Ruddi Setiawan, Polda Aceh dapat memperketat pengawasan di seluruh titik rawan, baik di darat maupun di laut, serta menindak tegas setiap pelaku kejahatan luar biasa ini tanpa pandang bulu.

“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental penggunanya, tetapi juga menggerogoti tatanan sosial, nilai-nilai agama, serta menghancurkan masa depan generasi penerus Aceh. Kami menyadari bahwa tugas ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh aparat kepolisian semata, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen bangsa. Oleh sebab itu, GETAR Aceh siap berdiri di garda terdepan untuk mendukung sepenuhnya setiap kebijakan dan tindakan tegas yang diambil Polda Aceh, guna menyapu bersih peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya,” pungkas Teuku Izin.

Dengan dukungan masyarakat yang kuat dan kepemimpinan yang berpengalaman, diharapkan Aceh dapat segera terbebas dari ancaman darurat narkoba, sehingga kembali menjadi wilayah yang aman, tertib, dan memberikan ruang bagi generasi mudanya untuk tumbuh dan berkembang secara sehat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER