“Tak hanya mempersembahkan pesona bawah laut yang memukau, Kota Sabang kini kian bersinar melalui ragam karya ekonomi kreatif yang lahir dari tangan dan gagasan masyarakatnya”.
Mulai dari olahan cokelat berkualitas, kerajinan tangan bernilai seni, hingga konten digital yang memikat hati, semuanya menjelma menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya dan mengokohkan perkembangan pariwisata di ujung barat Nusantara ini.
Sebagai gerbang paling barat Indonesia, Kota Sabang telah lama dikenal sebagai permata tersembunyi yang menyimpan panorama alam tiada tara. Kejernihan air laut yang memancarkan gradasi warna biru menawan, hamparan pantai berpasir putih halus yang terhampar luas, serta suasana kota yang tenang dan damai menjadikan Sabang sebagai salah satu destinasi unggulan yang membanggakan Provinsi Aceh.
Namun, di balik keindahan alam yang memanjakan mata tersebut, tersimpan potensi lain yang terus tumbuh subur dan menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat, yakni sektor ekonomi kreatif yang kian berkembang pesat.
Beberapa tahun terakhir menyaksikan lonjakan yang signifikan dalam ranah ekonomi kreatif di Sabang. Berbagai karya dan produk lokal yang lahir dari kreativitas serta ketekunan warga mulai meraih tempat istimewa di hati para wisatawan, baik yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara.
Kehadiran produk-produk bernuansa kearifan lokal ini tidak hanya memperkaya pengalaman perjalanan dan kunjungan para tamu, melainkan juga membuka lebar peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mengangkat taraf hidup masyarakat setempat secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Sabang, Soffa Dewi Yohanna, menegaskan bahwa sektor ini kini telah menjelma menjadi salah satu pilar utama yang menopang dan memajukan dunia pariwisata daerah. Melalui semangat inovasi yang terus dipupuk oleh para pelaku usaha, ekonomi kreatif mampu mengubah potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki Sabang menjadi karya yang memiliki nilai jual tinggi, daya saing kuat, serta identitas yang khas dan tak tergantikan.
Lebih lanjut dijelaskannya, terdapat beberapa subsektor ekonomi kreatif yang menunjukkan pertumbuhan paling menjanjikan dan menjadi penggerak utama aktivitas pariwisata. Di antaranya adalah subsektor kuliner, kerajinan tangan, serta fesyen yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang terpesona ingin menyambangi keindahan Sabang.

“Ketiga subsektor ini tumbuh dan berkembang karena para pelaku usaha senantiasa berinovasi, menghadirkan karya yang kental akan ciri khas dan jati diri Sabang. Produk-produk tersebut tidak hanya diminati sebagai oleh-oleh, melainkan juga menjadi cerminan identitas daerah yang dibanggakan,” ungkap Soffa dalam wawancaranya bersama Waspadaaceh.com, Sabtu (6/6/2026).
Di antara ketiganya, subsektor kuliner menjadi salah satu penggerak paling utama. Berbagai inovasi terus bermunculan, mengolah hasil bumi dan laut Sabang menjadi sajian serta produk bernilai tambah tinggi.
Salah satu yang paling menonjol adalah olahan kakao berkualitas dari Gampong Aneuk Laot, yang diolah menjadi cokelat dengan cita rasa istimewa dan beragam varian. Produk ini kini telah dikenal luas, bahkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas berkat kualitas dan keaslian bahannya.
Selain itu, bermacam camilan khas seperti keripik pisang balut cokelat, serta olahan hasil laut yang diracik dengan resep turun-temurun, menjadi pilihan utama para wisatawan untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Keberagaman produk kuliner ini tidak hanya memperkaya pengalaman rasa para tamu, melainkan juga membuka peluang usaha yang luas bagi warga sekitar.
Sementara itu, di sektor kerajinan tangan, kreativitas masyarakat Sabang melahirkan beragam karya seni yang memukau. Memanfaatkan kekayaan alam bahari, para pengrajin menciptakan hiasan dan aksesori dari cangkang kerang yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi barang bernilai seni tinggi.
Tak ketinggalan, anyaman tradisional khas Aceh, ukiran kayu, serta desain fesyen dan kaos bertema keindahan bahari Sabang juga menjadi buruan para wisatawan yang ingin membawa pulang bagian dari pesona daerah ini.
Di era digital yang semakin maju, perkembangan ekonomi kreatif Sabang juga didukung oleh pesatnya aktivitas di bidang fotografi dan pembuatan konten visual. Banyak kreator lokal yang dengan penuh dedikasi mengabadikan keindahan laut, pantai, serta kearifan budaya Sabang dalam bentuk foto dan video, yang kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.
Konten-konten yang memukau ini berperan sangat efektif sebagai sarana promosi tanpa batas, mampu menarik perhatian calon wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk mengenal lebih dekat keindahan Sabang.

“Karya para kreator lokal ini menjadi jembatan yang memperkenalkan pesona Sabang ke dunia luar dengan cara yang lebih dekat dan menyentuh hati,” tambah Soffa.
Guna memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas sektor ini, Pemerintah Kota Sabang bersama Kementerian Pariwisata terus melangkah memberikan dukungan nyata. Berbagai program pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, hingga inkubasi bisnis secara terstruktur diselenggarakan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Langkah ini ditempuh agar setiap karya yang dihasilkan mampu memenuhi standar kualitas tinggi, memiliki daya saing yang kuat, serta memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan terjalinnya sinergi yang harmonis antara keindahan alam pariwisata dan semangat ekonomi kreatif, Kota Sabang semakin mantap melangkah menuju masa depan yang gemilang.
Karya-karya kreatif yang berakar pada kearifan lokal tidak hanya mempertegas identitas daerah, melainkan juga menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh, menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata yang lengkap, bermakna, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya. (*)



