Sydney (Waspada Aceh) – Kalau biasanya kita mengusir kecoa dengan semprotan serangga atau sandal, di Australia justru ada kisah yang bikin geleng-geleng kepala: ada sekelompok kecoa yang nilainya setara dengan satu unit mobil mewah, bahkan sampai digerebek oleh petugas khusus!
Ya, benar sekali. Bukan barang selundupan berlian atau emas, melainkan ratusan ribu serangga yang selama ini sering dianggap hama menjijikkan oleh masyarakat.
Peristiwa heboh tersebut terjadi baru-baru ini di kota Bathurst, di sebelah barat Sydney, saat petugas satwa liar menggerebek sebuah peternakan komersial rahasia. Bayangkan saja, mereka menemukan lebih dari 100.000 ekor kecoa yang dibudidayakan secara ilegal.
Kalau dihitung nilai jualnya di pasar gelap tempat para penggemar hewan eksotis berburu barang langka, jumlahnya mencapai lebih dari 140.000 Dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp2,5 Miliar! Sungguh angka yang tidak terbayangkan untuk sekadar serangga yang sering kita kejar di dapur.
Ternyata, kecoa yang disita ini bukan sembarang kecoa rumahan yang biasa kita temukan di sudut lemari. Ada dua jenis utama yang menjadi “bintang” sekaligus biang kerok keributan ini.
Pertama adalah kecoa Madagaskar yang mendesis. Sesuai namanya, serangga ini punya cara bertahan diri yang unik: kalau merasa terancam, ia akan mengeluarkan suara desisan yang cukup keras.
Belum lagi ukurannya yang luar biasa besar, salah satu foto yang beredar menunjukkan badannya bisa menutupi seluruh telapak tangan orang dewasa! Bayangkan kalau bertemu makhluk sebesar itu dan ia malah mendesis marah, pasti bisa bikin kaget setengah mati.
Kedua adalah kecoa dubia. Kalau yang tadi bikin takut karena suaranya, yang satu ini populer karena dijadikan camilan istimewa untuk hewan peliharaan, terutama kadal. Sayangnya, kecoa ini masuk dalam golongan makhluk invasif.
Artinya, kalau sampai lepas ke alam bebas, ia bisa berkembang biak dengan cepat, merebut tempat hidup hewan asli, dan merusak keseimbangan alam Australia yang memang sangat dijaga kelestariannya.
Pihak berwenang sendiri menyatakan sikapnya dengan tegas. Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Australia menegaskan bahwa mereka menangani kasus ini dengan sangat serius.
“Kami ada di sini untuk menjaga kekayaan alam Australia yang tidak ada duanya di dunia, dan pelanggaran aturan lingkungan tidak akan kami biarkan begitu saja,” ujarnya.
Mereka juga memperingatkan semua orang yang hobi memelihara hewan aneh agar berhati-hati, karena membiakkan atau memperjualbelikan kecoa eksotis tanpa izin jelas melanggar hukum.
Perlu diketahui, Australia memang dikenal sebagai negara dengan peraturan keamanan hayati paling ketat di seluruh dunia. Bukan berarti dilarang memelihara serangga sama sekali, spesies asli dan yang sudah diizinkan masih boleh dipelihara asalkan mengikuti aturan.
Tapi untuk jenis asing yang berisiko mengganggu ekosistem, pintu tertutup rapat. Makanya, peternakan rahasia ini langsung jadi sasaran penggerebekan.
Menariknya, kecoa ini juga punya reputasi legendaris sejak zaman Perang Dingin. Konon kabarnya, hewan ini adalah satu-satunya makhluk yang bisa selamat meski terkena ledakan bom nuklir.
Untungnya, sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah yang benar-benar membuktikan hal itu. Kalau sampai benar, bisa dibayangkan betapa sulitnya petugas mengamankan 100.000 ekor kecoa tangguh yang nilainya setara uang segunung itu!
Jadi, siapa sangka hewan yang sering dianggap remeh ini bisa berubah menjadi barang selundupan bernilai tinggi yang bikin heboh satu negara? Kisah ini mengingatkan kita: di dunia ini, apa saja bisa punya nilai, asalkan ada yang menginginkannya, meskipun itu sekumpulan kecoa besar yang bisa mendesis kencang! (*)



