BerandaAcehMualem Minta Tak Semua Gas dari Blok Andaman Mengalir ke Jawa

Mualem Minta Tak Semua Gas dari Blok Andaman Mengalir ke Jawa

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, meminta agar gas bumi yang akan diproduksi dari Blok Andaman tidak seluruhnya dialirkan ke Pulau Jawa.

Ia berharap sebagian gas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan industri dan membuka lapangan kerja di Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Mualem menyusul rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mempercepat pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem) setelah ditemukannya cadangan gas dalam jumlah besar di Blok Andaman, Aceh.

“Itu pipa (gas) mau dibangun sampai ke Jakarta, kita nggak dapat apa-apa,” kata Mualem dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Mualem, produksi gas dari Blok Andaman yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.

Ia menilai cadangan gas yang ditemukan di kawasan tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah jika dikelola dengan tepat.

Mualem mengingatkan pengalaman masa lalu saat industri gas di PT Arun NGL beroperasi di Lhokseumawe sejak era 1970-an hingga berakhir pada 2015.

Saat itu, menurutnya, masyarakat Aceh belum menikmati manfaat ekonomi yang sebanding dengan besarnya sumber daya alam yang dieksploitasi.

“Kita sudah tahu dulu bagaimana Arun masa Soeharto dulu, kita jadi penonton terbaik. Jadi inilah yang perlu kita kembangkan,” ujarnya.

Mualem berharap pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dapat menyisakan sebagian pasokan gas untuk kebutuhan industri di Aceh.

Menurutnya, keberadaan industri hilir berbasis gas di Aceh akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan jika seluruh hasil produksi langsung dialirkan ke luar daerah.

Selain meningkatkan investasi, pembangunan industri tersebut juga diyakini dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER