BerandaAcehMahasiswa Unsyiah Rampungkan Program Pemulihan Pascabencana Berbasis Teknologi di Bener Meriah

Mahasiswa Unsyiah Rampungkan Program Pemulihan Pascabencana Berbasis Teknologi di Bener Meriah

Bener Meriah (Waspada Aceh) – Tim Mahasiswa Berdampak UKM BSPD Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) belum lama ini telah menyelesaikan rangkaian program percepatan pemulihan pascabencana di Desa Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah.

Inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam membangun ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Selama masa pengabdian, tim melaksanakan empat program utama, meliputi pemasangan sumber air bersih berbasis Internet of Things (IoT) dan panel surya, pemetaan wilayah terdampak, penyusunan draf qanun kebencanaan desa, serta edukasi mitigasi bencana.

Program unggulan berupa sistem air bersih berbasis teknologi IoT dilengkapi sensor pemantau volume secara real-time yang dapat diakses melalui telepon pintar. Sistem ini didukung energi panel surya agar tetap beroperasi meski terjadi gangguan listrik.

“Instalasi ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi upaya pemberdayaan teknologi agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar koordinator tim, Freddy Sapta Wirandha, Jumat (24/4/2026).

Selain itu, tim juga menghasilkan peta wilayah digital dan cetak yang memuat informasi tata guna lahan, fasilitas umum, serta jalur evakuasi. Dokumen ini menjadi acuan penting bagi perencanaan mitigasi risiko.

Di sisi regulasi, mahasiswa turut mendampingi penyusunan draf qanun desa secara partisipatif agar memiliki landasan hukum yang kuat dalam penanggulangan bencana.

Program ini mendapatkan apresiasi positif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah. Pihak BPBD menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi dan menjadikan Desa Lampahan Timur sebagai lokasi percontohan ketangguhan berbasis teknologi.

Pihak BPBD menyebut, kabupaten ini memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga program tersebut sangat mendukung upaya pengurangan risiko di kawasan rentan.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Lampahan Timur, Fadli. Ia menilai sistem air bersih, peta digital, hingga draf qanun menjadi aset berharga bagi desa dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Program Mahasiswa Berdampak ini dirancang khusus untuk percepatan pemulihan di Sumatera dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan acara perpisahan yang menandai berakhirnya penugasan, sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata generasi muda dalam mewujudkan desa yang mandiri dan tangguh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER