BerandaAcehWaduk Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Pertanyakan Janji Bupati Aceh Besar

Waduk Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Pertanyakan Janji Bupati Aceh Besar

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Petani di Desa Krueng Kalee dan Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, mengeluhkan kerusakan pintu Waduk Tuwie Geulumpang yang belum juga diperbaiki.

Padahal, perbaikan waduk tersebut telah beberapa kali dijanjikan oleh Bupati Aceh Besar, Syech Muharram. Kerusakan pintu waduk sepanjang sekitar 10 meter itu menyebabkan aliran air ke area persawahan terganggu. Kondisi ini berdampak pada menurunnya potensi hasil panen petani setempat.

Keujruen Blang (sebutan di lembaga adat yang bertugas sebagai pengelola sektor pertanian, khususnya pengelolaan persawahan dan irigasi) Desa Krueng Kalee, Junaidi, mengatakan pihaknya sudah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah, termasuk saat kunjungan langsung bupati ke lokasi sekitar setahun lalu.

“Saya sudah berulang kali menyampaikan masalah ini. Bahkan setahun lalu bupati turun langsung ke lokasi, tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjut,” kata Junaidi,
Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, tim dari dinas terkait juga sempat meninjau lokasi setelah kunjungan tersebut. Namun, hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

“Tim PU sempat turun, tapi hanya sebatas melihat. Tidak ada realisasi. Semua hanya janji,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Desa Siem, Hadia Nur, menyampaikan hal serupa. Ia menilai kunjungan pejabat ke lapangan seharusnya diikuti dengan langkah konkret.

“Kalau hanya datang melihat tanpa tindakan, itu tidak menyelesaikan apa-apa. Petani butuh kepastian, bukan janji,” kata Hadia.

Ia menambahkan, jika waduk tersebut dapat berfungsi optimal, petani berpeluang meningkatkan intensitas tanam hingga dua kali dalam setahun. Hal itu dinilai penting untuk mendukung produktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terkait rencana perbaikan Waduk Tuwie Geulumpang.

Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Bagi mereka, ketersediaan air untuk sawah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa terus ditunda. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER