40 Muallaf di Agara Dapat Bantuan Pemberdayaan Ekonomi dari Baitul Mal Aceh

    BERBAGI
    Anggota Badan BMA, Abdul Rani Usman, saat menyampaikan pengarahan program pemberdayaan ekonomi untuk muallaf di Masjid Agung At-Taqwa, Kutacane, Aceh Tenggara, Jumat (03/12/2021). (Foto/ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sebanyak 40 muallaf di Kabupaten Aceh Tenggara mendapatkan bantuan pemberdayaan ekonomi dari Baitul Mal Aceh (BMA).

    Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Anggota Badan BMA, Abdul Rani Usman, di Masjid Agung At Taqwa, Kutacane, Aceh Tenggara, Jumat (03/12/2021).

    Penyaluran bantuan itu melalui transfer langsung ke rekening masing-masing muallaf. Jumlah bantuannya juga bervariasi mulai Rp5 juta-Rp10 juta, sehingga total semuanya Rp368 juta.

    “BMA merupakan lembaga yang bertugas mengelola zakat, infak, wakaf dan harta lainnya. Ada hak untuk muallaf dalam zakat tersebut dan BMA akan selalu mengayomi para muallaf,” kata Abdul Rani.

    Dia mengatakan tujuan dari program tersebut untuk meningkatkan pendapatan keluarga muallaf dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

    Pada kesempatan itu dia berpesan agar bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung usaha yang sedang mereka geluti saat ini. Ada beberapa jenis usaha dari muallaf, di antaranya perbengkelan, perdagangan, warung nasi, peternakan dan pertanian.

    Abdul Rani juga menjelaskan, dana yang disalurkan ini merupakan zakat dari muzaki yang dititipkan melalui BMA. Dari itu kepada para muallaf diminta untuk mendoakan para muzaki agar harta mareka berkah dan semakin bertambah.

    “Kami sebagai amil hanya sebagai perantara saja untuk menyalurkan. Oleh karena itu pergunakanlah bantuan tersebut untuk modal usaha sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga,” ujarnya.

    Dia mengatakan para muallaf diharapkan menjaga kekompakan dan keutuhan rumah tangga guna membangun sumber daya insani masa depan Islam. Islam hadir untuk mengembangkan kejayaan manusia.

    Kepala Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Tenggara, Tgk Sahidul Akram Al Hafiz, mengatakan pihak BMK akan melakukan pendampingan dan monitoring terhadap usaha muallaf tersebut.

    “BMK akan terus mengecek perkembangan usaha muallaf tersebut. Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin sehingga usaha mereka dapat meningkat,” katanya.

    Sementara itu salah seorang penerima bantuan Lince Marsida Sihombing mengucapkan terimakasih kepada BMA atas penyaluran bantuan tersebut karena sangat membantu usaha warung nasinya.

    “Alhamdulillah, dengan bantuan BMA itu telah menambah modal dan meringankan beban kami. Semoga usaha kami ini akan terus berkembang,” ujarnya. (Cut Nauval D)