Sabtu, Maret 2, 2024
Google search engine
BerandaSumut4 Tahun Komunitas Kredit Macet: Lawan Mafia Lelang

4 Tahun Komunitas Kredit Macet: Lawan Mafia Lelang

Medan (Waspada Aceh) – Komunitas Kredit Macet (KKM) berdiri didasari atas rasa ingin membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengalami kredit macet kemudian mendapat tekanan dari pihak bank dan mafia lelang.

“Saya pernah mengalami situasi yang sangat sulit ketika mengalami kredit macet. Aset saya dilelang dengan harga di bawah harga pasaran. Itu tidak wajar, makanya saya lawan,” ungkap inisiator sekaligus pendiri KKM, So Tjan Peng.

Pengusaha perabot dan beberapa pengusaha lainnya, yang juga pernah mengalami nasib sama, memberi testimoni pada peringatan ulang tahun ke-4 KKM di Jalan H Adam Malik, Medan, Selasa (6/2/2024).

Acara yang dipandu Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni tersebut dilaksanakan secara sederhana, yang juga menghadirkan Sekretaris KKM, Sugandhi Makmur, Ketua Forda UKM Sergai, Darmadi, Ketua Forda UKM Deliserdang Seng Guan, dan para undangan.

So Tjan Peng atau Hopeng mengaku, Ketika mendapat masalah tersebut, dia baru “berkenalan” dengan yang namanya “mafia lelang”. “Ternyata di lelang ada mafianya juga. Baru tau saya setelah mengalaminya,” ungkap Hopeng.

Menurut Hopeng yang biasa dipanggil STP (singkatan dari So Tjan Peng), dibutuhkan keberanian dan nyali yang kuat untuk menghadapi mafia lelang, termasuk juga oknum di perbankan yang sering menekan pengusaha yang sudah kelimpungan.

“Berkat dukungan semua pihak, rekan-rekan Forda UKM, para jurnalis yang setia memberitakan, seperti Pak Maskur, Pak Nurhalim, Pak Rizal Surya dari Analisa dan lainnya saya berhasil melewati rintangan tersebut,” ungkap STP.

“Hanya satu kata dari saya, lawan mafia lelang,” lanjut Hopeng memberikan semangat kepada para pengusaha yang hadir pada acara tersebut.

Mendapat pengalaman seperti itu, lanjut Hopeng, perlu dibentuk wadah untuk pelaku UKM yang mengalami kredit macet akibat bisnisnya turun, kemudian asetnya terancam dilelang dengan semena-mena, dengan harga tidak pantas. Biasanya, kata Hopeng, dalam proses pelelangan aset tersebut melibatkan mafia lelang.

“Pasti banyak orang mengalami permasalahan seperti yang saya hadapi. Untuk itu mereka perlu kita bantu bersama-sama,” tegasnya.

“Saya bersama Aho (Sugandhi Makmur) dan lainnya membentuk KKM. Sekjenya Aho, dan kita tetap jalan membela pengusaha yang mengalami masalah dengan pihak bank dan mafia lelang,” ujarnya.

Sedangkan Sugandhi Makmur mengatakan, KKM tidak membantu semua debitur macet, tapi melihat motifnya dahulu. Hanya pengusaha yang memiliki niat baik yang dibantu. Kreditnya macet karena memang omsetnya atau produksinya turun. Tapi untuk debitur yang nakal, yang sengaja membuat macet kreditnya, itu tidak kita bantu,” katanya.

Menurut Sugandhi, selama ini sejumlah pelaku UKM yang mengalami kredit macet dan berhasil mengatasi masalahnya, memberikan kesaksian atau testimoni kepada debitur lainnya bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments