Beranda240 Peserta Aceh Disiapkan Jadi Pekerja Migran Berdaya Saing Global  

240 Peserta Aceh Disiapkan Jadi Pekerja Migran Berdaya Saing Global  

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sebanyak 240 peserta di Aceh mulai mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui Program SMK Go Global.

Pelatihan tersebut berlangsung dalam 12 kelas yang tersebar di 10 lokasi. Program ini ditujukan untuk membekali generasi muda Aceh dengan keterampilan kerja, kemampuan bahasa, serta pengetahuan mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan resmi.

Kick Off SMK Go Global bertajuk “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Tembus Panggung Dunia” dilaksanakan secara hybrid, Rabu (26/8/2026), dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Di Aceh, salah satu lokasi kick off berlangsung di Auditorium MIPA Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah, Wakil Rektor IV USK Ramzi Adriman, Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Sama Husnan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk Aceh Akmil Husen, Kepala UPT Bahasa USK Kismullah, civitas akademika USK serta peserta pelatihan.

Sepuluh lokasi pelatihan di Aceh yakni UPT Bahasa USK, SMKN 1 Karang Baru, SMKN 3 Karang Baru Aceh Tamiang, Universitas Samudra, BLK Aceh Utara, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh, Pusat Bahasa UIN Ar-Raniry, Akademi Keperawatan Teungku Fakinah, SMKN 3 Banda Aceh dan SMK PP Negeri Saree Aceh Besar.

Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengatakan peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pekerja migran sebelum memasuki proses penempatan.

“Kita ingin anak-anak Aceh memiliki kompetensi, keberanian dan kesiapan untuk bersaing di tingkat global. Namun, kompetensi saja tidak cukup. Mereka juga harus memahami bagaimana bekerja ke luar negeri melalui jalur yang resmi, aman dan mendapatkan pelindungan negara,” ujar Siti.

Menurutnya, pembekalan tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, informasi kerja, kedisiplinan, etos kerja serta pemahaman mengenai prosedur penempatan dan pelindungan pekerja migran.

“Ketika generasi muda Aceh memilih bekerja ke luar negeri, mereka harus berangkat dengan kompetensi, informasi yang benar, serta pemahaman mengenai hak dan pelindungan sebagai Pekerja Migran Indonesia,” katanya.

Staf Ahli Gubernur Aceh, Husnan, yang hadir mewakili Gubernur Aceh, mengapresiasi pelaksanaan Program SMK Go Global. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh.

“Anak-anak muda Aceh harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensinya dan memperoleh akses terhadap peluang kerja yang lebih luas,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak tenaga kerja Aceh yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen, mengatakan persaingan dunia kerja saat ini semakin terbuka sehingga tenaga kerja harus dipersiapkan dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

“Pasar kerja saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah kita. Persaingan sudah bersifat global. Karena itu, anak-anak muda kita harus dipersiapkan sejak dini dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri dan kemampuan bahasa asing,” katanya.

Wakil Rektor IV USK, Ramzi Adriman, menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“USK tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak lulusan untuk kebutuhan nasional, tetapi juga harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing global,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KKS) antara USK dan BP3MI Aceh yang ditandatangani Wakil Rektor IV USK Ramzi Adriman dan Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah.

Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kompetensi, penyebarluasan informasi peluang kerja luar negeri serta penyiapan CPMI yang memahami prinsip migrasi aman.

Diluncurkan Secara Nasional

Program SMK Go Global secara nasional diluncurkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam rangkaian Kick Off yang berlangsung secara hybrid.

Mukhtarudin menegaskan pembangunan ekosistem ketenagakerjaan luar negeri harus dimulai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita tidak ingin anak-anak muda Indonesia berangkat ke luar negeri hanya bermodalkan keberanian. Mereka harus berangkat dengan kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa dan pengetahuan yang cukup,” tegasnya.

Ia juga mendorong kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing sekaligus terlindungi.

Di Aceh, pelaksanaan SMK Go Global menjadi langkah awal pembekalan bagi 240 peserta yang tersebar di 12 kelas. Para peserta akan mendapatkan penguatan kompetensi teknis, bahasa, keterampilan kerja serta informasi mengenai peluang dan prosedur bekerja di luar negeri.

Program tersebut diharapkan dapat melahirkan calon pekerja migran asal Aceh yang kompeten, profesional dan memahami pentingnya bekerja melalui jalur resmi, aman dan terlindungi. (*)

 

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER