BerandaAceh2 Unit Traktor Bantuan Kementan di Sabang Raib, Diduga Dijual Keluar Pulau

2 Unit Traktor Bantuan Kementan di Sabang Raib, Diduga Dijual Keluar Pulau

Sabang (Waspada Aceh) – Dua unit traktor bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk kelompok tani dilaporkan tidak lagi berada di Kota Sabang, Aceh. Dua unit traktor roda empat tersebut diduga sudah dijual keluar Pulau Weh, Sabang yakni ke Aceh Besar, Aceh.

Penjualan itu diduga dilakukan seorang oknum di lingkungan Pemko Sabang, ke seorang penadah di Aceh Besar. Dua unit traktor itu diperkirakan dijual seharga Rp 120 juta, atau Rp 60juta per unit, padahal harga normal di pasar mencapai Rp180 juta per unit.

Beberapa sumber yang dihimpun menjelaskan info penjualan dua unit traktor itu ke Aceh Besar sudah merebak. Awalnya, ketika ditanya keberadaan traktor, disebut sedang disewakan, namun kemudian dipinjam pakai oleh sebuah lembaga negara.

“Info itu benar sekali, dua traktor itu sudah dijual kepada pihak lain di Aceh Besar. Mereka hanya berdalih saja bilang traktor disewa di sana. Kami sudah cari tahu kebenaran tersebut,” ungkap sumber yang identitasnya dirahasiakan, Senin (7/9/2026).

Awal mula, dua unit traktor dibawa keluar Pulau Weh, diketahui pada Maret lalu, atau setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kemudian sekitar Juni lalu, disebut traktor dipinjam pakai oleh sebuah lembaga negara untuk swasembada pangan, namun tidak terbukti.

“Jadi sebenarnya tidak ada kaitan lagi dengan kelompok tani di Sabang. Soal traktor itu dipinjam pakai itu urusan mereka, tidak ada kaitannya dengan kelompok tani di Sabang. Kami sangat berharap sekali masalah ini dapat segera diusut aparat hukum, biar jelas siapa pelaku sebenarnya,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, dua unit traktor bantuan dari Kementerian Pertanian itu diserahkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang kepada sebuah organisasi pada 29 Oktober 2025, yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam.

Selanjutnya, alat pertanian itu diserahkan kepada dua kelompok tani, masing-masing kelompok tani di Gampong Paya Seunara dan kelompok tani di Gampong Balohan.

Awal mula terbongkarnya persoalan keberadaan traktor itu terkuak saat seorang petani mendatangi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang untuk menyewa salah satu traktor. Pihak dinas kemudian berupaya memfasilitasi permintaan tersebut dengan menghubungi kelompok tani yang menerima alat pertanian dimaksud.

Namun, dari proses itulah muncul informasi bahwa dua traktor itu ternyata sudah tidak berada di wilayah Kota Sabang.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Faisal Azwar, ketika dikonfirmasi awak media mengakui telah mendengar informasi mengenai keberadaan traktor yang disebut-sebut berpindah ke Aceh Besar.

Namun, Faisal mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti persoalan karena baru dilantik menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.
“Kebetulan saya Plt Kepala Bappeda, jadi lagi sibuk mengurusi KUA-PPAS. Belum fokus di Dinas Pertanian,” jelasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER