Banda Aceh (Waspada Aceh) – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 menjadi momentum bagi SMK-PP Negeri Saree untuk memperkuat pendidikan vokasi sekaligus memperluas jejaring internasional.
Selain upacara yang digelar 2 September 2026, sekolah juga melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari kerja sama dengan Kolej Vokasional Pertanian Chenor, Malaysia, Expo Produk SMK, pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), hingga bakti sosial di lingkungan masyarakat.
Sebanyak 26 pensyarah dari Kolej Vokasional Pertanian Chenor, Pahang, Malaysia, berkunjung ke SMK-PP Negeri Saree. Rombongan disambut dengan Tari Ranup Lampuan, Silat Tradisional Kalajengking dan tarian kreasi Tanah Gayo.
Dalam kunjungan tersebut, kedua institusi menandatangani kerja sama di bidang pengembangan pendidikan vokasi pertanian.
Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan program SMK Go Global.
“Kerja sama ini membuka wawasan dan kesempatan bagi warga sekolah. Kami ingin pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada kebutuhan lokal dan nasional, tetapi juga mampu menyiapkan lulusan yang berdaya saing internasional,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan berlanjut dalam bentuk pertukaran pengalaman, pembelajaran bersama, peningkatan kompetensi, hingga peluang kerja bagi alumni di luar negeri.
Sebagai tindak lanjut, SMK-PP Negeri Saree direncanakan melakukan kunjungan balasan ke Kolej Vokasional Pertanian Chenor pada Desember 2026.
Usai penandatanganan kerja sama, rombongan Malaysia melihat langsung fasilitas dan unit praktik sekolah. Mereka mengunjungi lahan budidaya, green house hidroponik, laboratorium kultur jaringan, peternakan, unit pengolahan hasil pertanian hingga peralatan mekanisasi pertanian.
Pamerkan Produk Unggulan
Dalam rangkaian Hardikda, SMK-PP Negeri Saree juga mengikuti Expo Produk SMK di lingkungan Kantor Gubernur Aceh.
Melalui tim Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sekolah menampilkan sejumlah produk, seperti Lemon Fresh Drink, Pure Lemon, parfum, minyak atsiri, telur puyuh, sayuran segar, serta berbagai produk roti dan kue.
Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan hasil karya murid dan unit produksi sekolah sekaligus menunjukkan potensi pendidikan vokasi dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi.
“Sekolah vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan terampil, tetapi juga harus mampu melahirkan produk dan inovasi,” kata Muhammad Amin.
Siapkan Calon Pekerja Migran
Komitmen SMK-PP Negeri Saree menuju SMK Go Global juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui BP3MI Aceh.
Sebanyak 20 pemuda Aceh mengikuti pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama 23 hari. Pelatihan difokuskan pada keterampilan tanaman karet dan kemampuan bahasa Inggris.
Setelah pelatihan, peserta direncanakan mengikuti seleksi untuk memperoleh kesempatan bekerja di sektor perkebunan karet di Malaysia.
“Kita ingin generasi muda Aceh tidak hanya memiliki keinginan bekerja di luar negeri, tetapi juga dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Peduli Lingkungan
Di sisi lain, SMK-PP Negeri Saree juga menggelar bakti sosial dengan membersihkan lingkungan Masjid Jami’ Saree dan kawasan sekitar Pasar Saree.
Kegiatan yang melibatkan warga sekolah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan sekaligus mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat.
Muhammad Amin mengatakan, sekolah tidak hanya bertugas memberikan pendidikan akademik dan keterampilan, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial kepada murid.
Rangkaian kegiatan Hardikda ke-67 tersebut menjadi bagian dari upaya SMK-PP Negeri Saree membangun pendidikan vokasi yang adaptif, produktif dan berorientasi pada masa depan.
“Hardikda harus menjadi momentum untuk terus memperbaiki pendidikan. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini membuka peluang baru menuju pendidikan vokasi Aceh yang semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya. (*)



